Stunting Kota Tasik Tinggi, Murjani Gagas Gerakan Ini

Stunting Kota Tasik Tinggi, Murjani Gagas Gerakan Ini

KOTA TASIK, INILAHTASIK.COM | Angka stunting di Kota Tasikmalaya terbilang masih tinggi. Data Dinas Kesehatan menunjukan ada sebanyak 17,58 persen atau 7.731 balita mengalami stunting selama tahun 2020.

Anggota DPRD Kota Tasikmalaya, H. Murjani, Minggu 10 Oktober 2021 mengatakan, angka tersebut mengalami kenaikan jika disbanding kasus yang terjadi pada tahun 2019 lalu yang hanya ada 10,95 persen atau 5.373 balita.

"Bersama Dinas Ketahanan Pangan. Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya kita buat gerakan minum susu setiap hari," katanya.

Murjani menyebut, mengadakan Gerakan Minum Susu tersebut dengan mengundang anak-anak di daerah Cukang Tanjung, Kawalu. Menurutnya, minum susu sangat bermanfaat bagi anak-anak, bisa membuat tulang dan gigi sehat, mendukung kecerdasan dan juga membuat anak menjadi lebih aktif.

"Saya tergerak untuk membuat program Gerakan Minum Susu ini karena melihat data angka stunting di Kota Tasikmalaya yang mengalami peningkatan selama tahun 2020," tuturnya

Diterangkannya bahwa dari 22 Puskesmas di Kota Tasikmalaya, Puskesmas Kawalu menduduki urutan ke -88 dengan tingkat stuntingnya. Hal itu bisa terjadi akibat dari pandemi Covid-19 karena pertumbuhan ekonomi saat ini sedang minus.

"Penanganan stunting itu bukan hanya dilakukan oleh Dinas Kesehatan, melainkan juga harus ditangani semua pihak. Agar generasi Kota Tasik di masa depan semakin sehat dan kuat, dua bulan ke depan sudah saya rencanakan untuk kembali mengadakan kegiatan ini," pungkasnya.