Leuwi Eretan, Eksotisme Wisata Alam Tersembunyi di Nangelasari

Leuwi Eretan, Eksotisme Wisata Alam Tersembunyi di Nangelasari

KAB. TASIK, INILAHTASIK.COM |  Terletak di Desa Nangelasari Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, terdapat sebuah aliran sungai yang kini menjadi destinasi wisata alam unggulan bagi warga sekitar. 

Leuwi Eretan, ya, itulah sebutan sungai yang disambut antusias warga Desa Nangelasari karena kini desa mereka memiliki destinasi wisata alam baru. Selain untuk berekreasi atau wisata, nantinya Leuwi Eretan bisa mendrongkrak nama desa dan geliat ekonomi masyarakat desa.

Nama Leuwi Eretan diambil dari kata eret. Nama itu diambil karena dari dulu, tempat yang kini menjadi destinasi wisata itu, merupakan lokasi penyebrangan warga dari Desa Nangelasari menuju Desa Nagrog. Panjang sungai sekitar 50 meter dengan kedalaman kurang lebih 9 meter, membuat warga desa kala itu harus menaiki perahu rakit dan mengeret tambang agar bisa sampai ke sebrang.

Cerita tersebut disampaikan Kepala Desa Nangelasari Yoyo Suryono kepada tim Saba Wisata Inilahtasik saat ia meninjau suasana Leuwi Eretan pada Minggu, 22 Agustus 2021.

Yoyo mengatakan, Wisata Alam Leuwi Eretan baru dibuka sekitar 5 bulan yang lalu dan pengelolaannya masih swadaya dari masyarakat.

"Leuwi Eretan dibuka setelah idulfitri, saat ini pengelolaanya hanya dari desa dan swadaya masyarakat, dan belum mendapatkan bantuan dari pemeritah, sehingga kita berupaya menyisihkan penghasilan desa untuk diterapkan di sini," terangnya.

Untuk penataan Leuwi Eretan kedepan, Yoyo sudah menyiapkan beberapa perencanaan di antaranya sarana jalan dan tempat parkir,  serta lahan untuk agrowisata.

"Kedepannya sarana jalan harus bagus, terutama pas pintu masuk, apalagi sekitar 800 meter dari sana akan ada tempat parkir mobil yang bisa diberdayakan masyarakat dan karang taruna. Terus lahan kiri dan kanan jalan akan dijadikan agrowisata, kita sudah ajukan ke dinas pertanian dan perhutani dengan luas  sekitar 7 hektar,"  jelasnya.

Sementera untuk fasilitas di Leuwi Eretan Yoyo menyebut, saat ini masih seadanya, seperti WC umum dan fasilitas wisata air baru menyedikan ban dan pelampung. Kedepan, lanjut Yoyo, menginginkan fasilitasnya lebih lengkap lagi.

"Ya mungkin harus banyak mimpi dulu, dan semoga saja cepat terwujud, nanti di sini fasilitasnya ingin ada flying fox, body rafting, perahu bebek, kolam renang buatan khusus untuk anak-anak dan penataan binatang langka," ungkapnya.

Yoyo juga menyebut, di Leuwi Eretan terdapat sebuah goa bekas peninggalan jaman Belanda yang memiliki panjang kedalaman kurang lebih 100 meter.

"Ada sebuah goa yang fasilitasnya masih belum tertata, itu goa buatan waktu jaman Belanda, karena dulu disini ada tambang bahan CU, panjang kedalamannya kurang lebih 100 meter," ucapnya.

Yoyo berharap, pemerintah daerah, provinsi ataupun pusat bisa membantu dan mendorong dari segi regulasi, infrastruktur, sarana dan fasilitas di Leuwi Eretan agar bisa lebih cepat maju dan berkembang.

"Saya selaku Kepala Desa tentu berharap ingin juga dibantu dan didorong oleh pemerintah yang diatas agar Leuwi Eretan ini bisa lebih maju dan berkembang, ini juga demi kepentingan masyarakat, khususnya desa Nangelasari, kemajuan Leuwi Eretan bisa mendongkrak perekonomian warga dan semoga bisa menjadi salah satu destinasi wisata alam terbaik," pungkasnya.(HC)