Kibar Budaya Jilid 6 Meriah!

Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya (DKKT) sukses menggelar Kibar Budaya Jilid 6 yang dilaksanakan oleh Rumpun Pagelaran Rakyat dengan tema 'Nyingraykeun Sasalad Ku Sawer Asih'

Kibar Budaya Jilid 6 Meriah!

KOTA TASIK, INILAHTASIK.COM | Meski ditengah situasi pandemi covid-19, Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya (DKKT) sukses menggelar Kibar Budaya Jilid 6 yang dilaksanakan oleh Rumpun Pagelaran Rakyat dengan tema 'Nyingraykeun Sasalad Ku Sawer Asih' di Bukit Nangela Kelurahan Urug, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya pada Sabtu 2 Oktober 2021.

Kibar Budaya sendiri merupakan program tahunan DKKT dan Pemkot Tasik sebagai bentuk apresiasi pada kesenian dan kebudayaan di Kota Tasikmalaya.

Kegiatan Kibar Budaya setiap tahunnya biasa digelar di pusat kota dan dengan peserta tingkat kota juga. Namun, karena situasi pandemi, Kibar Budaya kali ini hanya bisa digelar di Kecamatan Kawalu saja. Meski begitu tidak mengurangi kemeriahan dan animo masyarakat akan kerinduan pagelaran seni.

Pelaksanaan Kibar Budaya Jilid 6 dihadiri dan dibuka oleh Wali Kota Tasimalaya Drs. H. Muhammad Yusuf. Dalam sambutannya ia menyampaikan, Pemkot Tasikmalaya telah melaksanakan uji coba dibukanya kembali tempat wisata, namun ia berpesan kepada masyarakat agar tetap patuh pada protokol kesehatan.

"Masyarakat sudah jenuh di rumah saja dan perlu wisata, maka dari itu kami lakukan uji coba tapi dengan prokes yang ketat, ini dilakukan agar perekonomian kembali tumbuh, semoga Kota Tasikmalaya bisa turun ke level 2. Saya juga sangat mengapresiasi Kibar Budaya ini, semoga lancar sampai akhir dan semuanya tetap sehat," papar Yusuf.

Dalam acara kibar budaya, Wali Kota Tasimalaya Drs. H. Muhammad Yusuf disuguhkan beragam pertujukan yang tampilkan para peserta karnaval dari seluruh kelurahan yang berada di Kecamatan Kawalu.

Kibar Budaya Jilid 6 kali ini digelar di outdoor dan memang konsepnya sudah lama diperbolehkan. Pelaksanaannya kali ini oleh Rumpun Pagelaran Rakyat yang bekerjasama dengan Karang Taruna. Hal itu sesuai dengan kehendak Dewan Kesenian yang selalu bermitra dengan masyarakat, kata Ketua DKKT Bode Riswandi disela kegiatan.

"Pertujukan rakyat secara keseniannya ini memang berangkat dari masyarakat secara grassroot. Sangat luar biasa, selain pemandangan alam kita juga akan disuguhkkan pertujukan-pertunjukan rakyat dan hiburan lainnya," ucap Bode.

Menariknya, lanjut Bode, keterlibatan dan partisipasi masyarakat bukan hanya dari kalangan pecinta seni, tetapi dari berbagai organisasi lain, dan hal itu sangat menjadi kebanggan bagi DKKT.

"Intinya, apa yang laksanakan DKKT sangat terbantu dengan adanya kegiatan seperti ini di Bukit Nangela," jelasnya.

Bode berharap kegiatan ini bisa mengambalikan kesenian kepada fitrahnya, menurutnya, kesenian bukan untuk pertunjukan pasar tetapi lahir dari kesadaran masyarakat.

"Kibar Budaya sejak awal bertujuan sebagai jembatan saja, selain untuk membangkitkan kesenian-kesenian yang pernah ada dan tumbuh di Tasikmalaya, kesenian tersebut juga dikonsepsikan sesuai kebutuhan jaman hari ini. Seperti para apresiator yang hadir hari ini dari berbagai kalangan, setidaknya memasyarakatkan kembali kesenian di tengah-tengah kelompoknya, sebenarnya kita sedang mengembalikan kesenian pada fitrahnya," pungkas Bode.

Sementara itu Kepala Dinas Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tasikmalaya Aan Hadian menerangkan, Kibar Budaya merupakan program DKKT yang berkolaborasi dengan Disporabudpar Kota Tasikmalaya. Dia bersyukur Kibar Budaya kali ini bisa dilaksanakan meski dengan situasi pandemi covid-19.

"Alhamdulliah, Kibar Budaya bisa dilaksanakan, meski situasi dan kondisi seperti ini, kita tetap jalankan prokes secara seksama, Kibar Budaya dilaksanakan oleh para rumpun DKKT, hari ini di Bukit Nangela oleh Rumpun Pagelaran Rakyat. Ini salah satu upaya apresiasi kami untuk kesenian dan kebudayaan di Kota Tasikmalaya," ucapnya.

Dia menyampaikan, bahwa pagelaran kesenian bisa menjadi penambah imun, selain itu juga sebagai upaya mengakomodir para seniman dan budayawan agar kreasi tetap berjalan dan tumbuh di Kota Tasikmalaya.

"Kegiatan ini suatu upaya, meskipun ditengah pandemi, kesenian harus tetap tumbuh dan bergeliat kembali,  kesenian ini bisa jadi penambah imun dan para seniman juga budayawan bisa kembali berkarya," jelas Hadian.**