Unsil Kurang Harmonis dengan Ponpes? IKA Unsil Sebut itu Asbun!

Pihaknya selalu memantau, bahwa hubungan kerjasama Unsil baik di Indonesia maupun luar negeri pergerakannya luar biasa, jadi salah besar jika kerjasama Unsil dan Pesantren tidak ada kemajuan. Mereka hanya asbun saja.

Unsil Kurang Harmonis dengan Ponpes? IKA Unsil Sebut itu Asbun!

KOTA TASIK, INILAHTASIK | Perwakilan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Siliwangi (Unsil) bersilaturahmi kepada Rektorat guna menyampaikan aspirasi dan pernyataan sikap pada Pemilihan Rektor (Pilrek).

Wakil Ketua IKA Unsil Evan Muttaqin Darusalam mengatakan bahwa pihaknya mewakili segenap IKA Unsil menyatakan sangat mendukung Pilrek Unsil khususnya dari internal.

"Kalah menang dalam kompetisi itu sudah biasa, tapi yang terbaik tetap internal, karena yang mengetahui bumbu a, b, c dan sebagainya adalah internal lebih mengetahui itu, dan perlu digaris bawahi Unsil ini independensi sebagai institusi pendidikan dan jangan ada yang namanya politik praktis di sini," ungkap Evan saat menggelar jumpa pers di halaman Gedung Rektorat Unsil, Senin 10 Januari 2022.

Disingung soal isu yang memanas bahwa hubungan kerjasama Unsil dan Pesantren tidak begitu berkembang apalagi soal beasiswa. Ia menyebut bahwa itu salah besar. Ia yang selalu memantau perkembangan Unsil dari saat masih swasta hingga jadi PTN. Bahkan, ia menilai bahwa itu hanyalah perkataan dari orang-orang yang asal bunyi (asbun) saja.

"Itu boleh dikatakan orang-orang yang tidak tahu informasi, tidak mendalami Unsil itu seperti apa, bahkan boleh dikatakan prematur, mereka hanya bilang tidak ada kemajuan tapi tidak berdasarkan fakta. Kami selalu memantau, bahwa hubungan kerjasama Unsil baik di Indonesia maupun luar negeri pergerakannya luar biasa, jadi salah besar jika kerjasama Unsil dan Pesantren tidak ada kemajuan. Mereka hanya asbun saja, bahkan saat saya jadi mahasiswa saya mengabdi di MUI Kota Tasikmalaya pada zaman KH. Acep Mubarok dan sekretarisnya KH. Aminudin waktu itu dan hingga kini pun silaturami Unsil tetap terjaga," jelas Evan.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris IKA Unsil Taufik Rohman menambahkan bahwa perkataan tersebut jika keluar dari orang yang tidak paham maka harus memaklumi, namun jika memang orang itu sudah tahu, berati memang ada unsur kepentingan politik dan itu memang sudah biasa terjadi.

"Program beasiswa itu banyak bahkan sampai 20 persen, terutama bagi para santri tahfiz, program beasiswanya tidak dibatasi oleh pemerintah atau lembaga namun masalahnya terbatas di peminatan dan kemampuan sehingga perlu adanya program pembinaan antar lembaga agar para satri bisa kuliah di Unsil dengan program itu.

Perlu diketahui, lanjut Taufik, Unsil juga memiliki program Bebas Buta Huruf Alquran yang menegaskan bahwa Unsil selama ini telah menjalankan kearifan lokal yakni Kota Tasikmalaya sebaga Kota Santri.

"Program Bebas Buta Huruf Alquran itu ada saat Prof Rudi mengawali tugasnya sebagai Rektor Unsil, itu adalah bukti hubungan kerjasama Unsil dan Pesantren dan para ulama terjalin dengan baik, yang jadi pertanyaannya orang yang ngomong itu punya anak mahasiswa tidak? jangan-jangan anaknya tidak kuliah di Unsil, cuma bermodal katanya, ya mungkin ini proses tabayun lah wajar kita maklumi saja," ucapnya.

Taufik juga mengucapkan terimakasih kepada para calon Rektor baik yang sudah beritikad baik untuk majukan Unsil. Ia berharap yang terpilih adalah kader-kader terbaik dari internal.

"Terimakasih kepada semua calon, semoga menjadi amal kebaikan, perlu diingat bahwa jabatan rektor itu bukan jabatan publik tapi jabatan akademik, jadi harus memiliki khas, baik intelektual ataupun moral sebagai sauritauladan bagi seluruh mahasiswa dan civitas akademika agar menjadi kemaslahatan bagi Unsil," tutup Taufik.

Sementara, Rektor Universitas Siliwangi Prof. Dr. Ir. H. Rudi Priyadi, MS. mengapresiasi dan merasa bangga apa yang dilakukan oleh para IKA Unsil. Menurutnya,  hal itu merupakan salah satu bentuk kepedulian dan kecintaan terhadap almamaternya.
 
"Alumni itu merupakan salah satu unsur kekuatan untuk berkembangnya sebuah universitas. Universitas tidak akan ada apa apanya kalau tidak didukung oleh alumni," ungkapnya.