Tanggapan Risiko Mikroplastik, Hj Neng Madinah Minta Masyarakat Tidak panik

Bunda juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terhasut isu dan menimbulkan kepanikan berlebih.

Tanggapan Risiko Mikroplastik, Hj Neng Madinah Minta Masyarakat Tidak panik

KAB.TASIK, INILAHTASIK.COM | Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar), Hj Neng Madinah, menganggapi Maraknya isu bahaya mikroplastik pada air kemasan membuat sejumlah masyarakat panik. Bunda mengajak masyarakat untuk bersikap lebih bijak.
Bunda juga menyebutkan hingga saat ini belum ada risiko kesehatan yang menjelaskan terkait bahaya mikroplastik.

"Masyarakat tak perlu cemas," tutur Bunda sapaan akrab Hj Neng Madinah, Jumat 20 Mei 2022

Untuk mengedukasi masyarakat agar bijak menanggapi isu tersebut, Bunda juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terhasut isu dan menimbulkan kepanikan berlebih.

"Ada Badan POM yang tak pernah lepas dari mengawasi segala hal terkait keamanan dan mutu obat dan makanan untuk menjaga kesehatan masyarakat," katanya.

Bunda menjelaskan mikroplastik adalah unsur serpihan plastik yang tak kasat mata yang ada di semua unsur plastik. Merujuk kepada maklumat organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dirinya menyebut belum ada rekomendasi dari WHO untuk memantau secara rutin atas kontaminasi mikroplastik dalam air kemasan.

"Sampai saat ini, belum ada risiko kesehatan terkait mikroplastik," tegasnya.

"Bahkan pada 2021 otoritas keamanan pangan tertinggi Eropa, European Food Safety Authority, juga menyampaikan hal yang sama: pemantauan rutin mikroplastik belum menjadi prioritas," imbuhnya.

Meskipun begitu isu bahaya mikroplastik pada air minum kemasan memang menjadi topik hangat di banyak negara termasuk Indonesia, setidaknya dalam empat tahun terakhir. 

Isu ini diawali dari laporan hasil riset uji kontaminasi mikroplastik pada air keran (tap water) dan pada air minum dalam kemasan plastik tahun 2018 lalu oleh Departemen Kimia, State University of New York at Fredonia, Amerika Serikat.

Riset Fredonia berjudul 'Synthetic Polymer Contamination in Bottled Water' itu menguji kontaminasi mikroplastik atas 11 merek air minum kemasan botol plastik di sembilan negara. Dari sana ditemukan 93% dari total 259 botol sampel air minum kemasan yang diuji menunjukkan sejumlah tanda telah terjadi kontaminasi mikroplastik.

WHO menjawab kecemasan seluruh masyarakat dunia terkait isu bahaya mikroplastik pada tahun 2019 dalam sebuah laporan komprehensif bertajuk 'Microplastic in Drinking-water'. 

Laporan itu menjelaskan mikroplastik sebagai ubiquitous ada dimana-mana di semua lingkungan, tidak hanya di air minum botol kemasan melainkan di perairan laut, makanan, udara, hingga air minum air keran. Akan tetapi belum ada penelitian yang konklusif terkait efeknya pada kesehatan manusia, sehingga isu tersebut tak perlu dicemaskan.