Cerita Desa Winduraja yang Sering Dikunjungi Ir Soekarno

Cerita Desa Winduraja yang Sering Dikunjungi Ir Soekarno

CIAMIS, INILAHTASIK.COM | Winduraja adalah desa di Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis, memiliki luas 304 Hektare, terbagi dalam situs keramat dan danau Situ Wangi, berada pada tanah kemiringan 103 Hektare, serta tanah datar seluas 201 hektare.

Sampai sekarang Desa Winduraja masih utuh, tidak seperti desa di sekitarnya yang mengalami pemekaran. Banyak hal yang unik di desa Winduraja. Misalnya, Bendungan Cimuntur. Terdapat perkampungan di blok sawah pelem, dengan jumlah rumah hanya 40 unit, dan sampai sekarang belum bertambah.

Padahal pihak desa tidak melarang untuk membangun. Namun masyarakat setempat percaya bahwa hal itu berjalan. Begitu juga di Hulu Situ Wangi, terdapat penduduk asli yang disebut Baduy Winduraja. Adapun Helaran Sisingaan asli peninggalan Eyang Maharaja Sakti, biasa digunakan mengarak penganten sunat keliling kampung.

Di Winduraja juga, terdapat situs makam keramat yang diperkirakan makam 3 Raja Sunda, yaitu Rakeyan Gendang dengan gelar Braja Wisesa yang memerintah pada tahun 989-1042 Masehi, Darmaraja yang memerintah pada 1042-1065 Masehi dengan nama penobatannya Prabu Darmaraja Jaya Manahen Wisnu Murti Salaka Sunda Buana, serta Darma Kusuma yang memerintah pada tahun 1057-1175 Masehi yang memiliki gelar Maha Prabu karena dipercaya sebagai raja dari para raja Sunda.

Kata  "Windu" menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia (KUBI) berarti 8 tahun. Namun menurut penduduk asli desa Winduraja, arti Windu adalah dikembalikan ke tatanan semula agar mendapatkan suatu kebaikan yang hakiki.

Sebagai contoh saat akan membangun rumah. Para tukang bangunan di sekitar desa Winduraja akan melakukan ritual "ngawindu" terlebih dahulu. Artinya rumah yang akan di bangun dihitung antara kekuatan, model, kenyamanan sesuai dengan kaidah pertukangan agar rumah yang di bangunya kelak kokoh, enak dipandang dan nyaman dihuni.

Pendapat lain Ada yang mengartikan Desa Winduraja adalah  desa tempat berkumpulnya para Raja sejawa setiap 8 tahun. Ada juga yang mengartikan Desa Winduraja adalah tempat pemakaman para Raja Sunda.karena dihubungkan dengan komplek pemakaman Buhun di Blok pemakaman Gentong, Sindang balong.

Ada juga yang mengatakan, pernah ada ahli sejarah dari Bali sedang menggali asal usul nenek moyangnya yang berasal dari Winduraja, hal itu tentu bisa menjadi bukti bahwa Winduraja pernah di pakai berkumpulnya para raja. 

Menurut  H Mausul , kata Windu adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk melihat apakah pelaksanaan kegiatan dari suatu rencana masih sesuai dengan rencana awal apa sudah melenceng.

“Suatu kegiatan harus sesuai dengan perencanaan, karena itulah perlu diadakan Ngawindu,” jelas H Mausul warga asli Desa Winduraja yang merupakan saksi hidup, saat Presiden Soekarno, sering datang ke Desa Winduraja untuk mengadakan acara ngawindu.  

Menurutnya, “Mungkin negara Indonesia dan para pemimpimnya sudah banyak yang melenceng dari tatanan negara, yang akibatnya banyak musibah terjadi. Maka  diperlukan acara ngawindu seperti yang di lakukan oleh presiden Soekarno,” lanjut H.Mausul. 

Lanjut Mausul “ Dengan adanya wabah corona atau covid-19 dan musibah lainnya, cobalah di "Windu" agar negara ini terlepas dari bala, seperti yang telah dilakukan Prediden Sukarno,” pungkasnya. 

Baca juga: Misteri Makam Keramat Jafar Sidik Kawali