Ribuan Umat Islam di Tasikmalaya , Tolak Wacana Pembubaran MUI

Aksi ini dipicu dari keresahan umat Islam di Indonesia atas tagar pembubaran  MUI oleh orang orang liberal dan kaum neo komunis.

Ribuan Umat Islam di Tasikmalaya , Tolak Wacana Pembubaran MUI

KOTA TASIK, INILAHTASIK.COM | Pasca penangkapan 3 ustad yakni anggota majelis Fatwa MUI, Ahmad Zain An Najah, Ustad Farid Okbah adalah Ketua Umum Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI) dan Anung Al Hamad, anggota Perisai Nusantara Esa pada 2017. 

Penangkapan tersebut mendapat reaksi beragam dari sejumlah anak bangsa, sejumlah netizen yang berafiliasi menjadi buzzer ramai ramai membuat tagar Bubarkan MUI, karena mereka mengangap MUI sudah di kotori oleh oknum oknum ustad radikal dan membahayakan umat islam.

Tentu saja, wacana pembubaran MUI ini dikecam oleh hampir seluruh umat islam di Indonesia, hal inipula yang mendasari Aktivis muslim Kota Tasikmalaya yamg tergabung ke dalam Aliansi Aktivis Muslim dan Umat Islam Tasikmalaya ( Almumtaz ) mengelar aksi damai dengan jargon Tasik Usik, pada Jumat 26 November 2021.

Menurut Ketua Umum Almumtaz Ustad Hilmy, aksi ini dipicu dari keresahan umat Islam di Indonesia atas tagar pembubaran  MUI oleh orang orang liberal dan kaum neo komunis.

"Kami bersama puluhan  ormas dan ribuan aktivis mulsim di Tasikmalaya harus turun ke jalan lagi, untuk memperlihatkan keseriusan umat Islam dalam menyelamatkan marwah wadah umat Islam, MUI yang ingin dihancurkan oleh oramg orang komunis dan liberalis, mereka harus berhadapan dengan umat Islam setidaknya dengan umat Islam Tasikmalaya," tegas Ust. Hilmy.

Sementara hal serupa juga disampaikan Ketua Majelis Mujahidin Indonesia Tasikmalaya, Ustad Haji Asep Lugeza, bahwa kasus penangkapan 3 ustad tersebut, tidak ada sama sekali keterkaitannya dengan isu teroris di Indonesia.

"Ini hanya menggiring opini saja bahwa para ustad yang ditangkap ini berlindung di dalam wadah MUI, sehingga tidak heran kaum yamg tak suka mereka mengaitkan kasus teroris yang tidak jelas ini dengan pembubaran MUI, ini sangat berbahaya bagi wadah media umat, ingat MUI ini dibentuk oleh negara bukan oleh perorangan, jadi jangan sembarangan membubarkan," ungkap Ustad Asep.

Tak hanya mengelar orasi menentang wacana Pembubaran MUI, tuntutan lain pun disuarakan oleh para orator diantaranya, meminta penghapusan permendikbud no 30 tahun 2021, dimana termuat legalisasi sex bebas di kampus, dan Meminta pemerintah untuk tidak melakukan kriminalisasi terhadap Ulama dengan cap radikalis dan teroris.

Usai menjalankan ibadah Jumaat di Masjid Agung Kota Tasikmalaya ribuan masa ini pun bergerak melakukan long march disepanjang jalan HZ. Mustofa dengan pengamanan dari aparat kepolisian.(DZM)***