Jejak Eyang Dalem Cucu Kusumayuda dan Fenomena Kawah Gimbal

Makom Eyang Dalem Cucu Kusumayuda menyimpan kisah sejarah khususnya bagi warga Kampung Gimbal Desa Cibeber, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Di lokasi tersebut juga terdapat Kawah Gimbal yang diyakini warga sekitar sebagai fenomena alam berkaitan dengan sosok sang eyang.

Jejak Eyang Dalem Cucu Kusumayuda dan Fenomena Kawah Gimbal
Penampakan batu berhadapan di lokasi Kawah Gimbal

KAB. TASIK, INILAHTASIK.COM | Eyang Dalem Cucu Kusuma Sumayuda Yuda Wangsa, atau warga lebih akrab menyebutnya Eyang Cucu Kusumayuda merupakan sosok ulama besar pada masanya.

Makom beliau berlokasi di Kampung Gimbal Dusun Cibeber, Desa Cibeber, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya. 

Tokoh masyarakat, H. Saepudin mengisahkan, Eyang Dalem Cucu Kusumayuda berasal dari wilayah Pekalongan Jawa Tengah. Namun ia tak mengetahui detail seperti apa perjalanan kisah beliau ketika masih hidup.

Warga sekitar menyimpulkan bahwa sosok Eyang Dalem Cucu Kusumayuda merupakan ulama, dan orang Soleh. Hal itu, terlihat dari banyaknya peziarah luar Jawa Barat umumnya yang datang ke lokasi tersebut.

"Paling banyak peziarah yang datang ke sini dari daerah Jawa, bahkan ada juga yang dari Kalimantan," tuturnya, Minggu 05 September 2021.

Tak jauh dari lokasi Makom, terdapat juga sebuah sumber mata air di atas bukit yang konon menurut penuturan warga sekitar, air di lokasi tersebut tidak pernah surut (kering), meski kemarau panjang melanda. Warga menyebutnya sebagai kawah Gimbal.

H. Saepudin menyebut, warga tak mengetahui detail bagaimana Kawah Gimbal itu ada dan terbentuk, namun sejak dulu, sebelum kampung Gimbal, lokasi kawah sudah lebih dulu ada. 

Penamaan Gimbal sendiri, konon para pendahulu kampung menemukan sosok perempuan berambut gimbal di lokasi sekitar kawah. Sejak itu lah, lokasi tersebut dinamakan kawah Gimbal, termasuk penamaan kampung dimana kawah tersebut ada.

Perihal, fenomena gelembung air, seperti air mendidih di Kawah Gimbal, warga tak memahami bagaimana fenomena tersebut bisa terjadi. Bahkan di waktu tertentu, suhu air akan berubah menjadi panas, layaknya air dari pegunungan Merapi.

Selain keunikan gelembung air Kawah Gimbal, di sekitar lokasi itu juga terdapat dua batu berukuran besar, dengan posisi saling berhadapan. 

Berdasarkan penuturan warga, satu dari dua batu sempat hilang, namun beberapa hari kemudian, batu tersebut kembali ke tempat semula, dengan posisi yang sama.