Dede: Ada Selisih Hingga Rp 90 Miliar, Kuncinya SIM RS Jalankan dengan Benar

Perlu komitmen serius dari Direksi RSUD yang baru, untuk menata sistem di rumah sakit menjadi lebih baik lagi.

Dede: Ada Selisih Hingga Rp 90 Miliar, Kuncinya SIM RS Jalankan dengan Benar

KOTA TASIK, INILAHTASIK.COM | Belum lama ini Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya melakukan study banding terkait dengan pengelolaan managamen di dua rumah sakit, yakni RSUD Kulonprogo, dan RSUD dr Slamet Kabupaten Garut.

Pilihan dua rumah sakit tersebut menjadi tujuan study banding, lantaran ada kesamaan kondisi yang dihadapi oleh dua rumah sakit tersebut dengan RSUD dr Soekardjo, sebelum keduanya "sehat" seperti saat ini.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Tasik, Dede Muharam saat ditemui di kantornya, Kamis 21 April 2022 menuturkan, hasil dari kunjungan kedua RS baik di Kulonprogo dan Garut, kami menemukan dua hal mendasar, namun hasil yang diperoleh jauh berbeda.

Ia menyebut, di RSUD Kulonprogo, jumlah tempat tidur pasien hanya 245 bad, tapi bisa menghasilkan PAD sebesar Rp 85 Miliar. Kemudian, di RSUD dr Slamet Garut ketersediaan tempat tidurnya  tidak jauh berbeda dengan RSUD dr Soekardjo, tapi mampu menyumbang PAD sebesar Rp 195 Miliar per tahun. Sementara RSUD dr Soekardjo dengan jumlah 600 tempat tidur hanya mampu menghasilkan PAD Rp 104 Miliar.

"Ada selisih yang cukup jauh hingga 90 Miliar, antara pendapatan RSUD dr Slamet Garut dan RSUD dr Soekardjo dengan tipe RS yang sama, bahkan cakupan layanan pasien RSUD dr Soekardjo lebih luas dibanding dua rumah sakit yang kita kunjungi," ungkap Poitisi Partai Keadilan Sejahtera.

Artinya, kata Dede, perlu komitmen serius dari Direksi RSUD yang baru, untuk menata sistem di rumah sakit menjadi lebih baik lagi. Dan seorang direktur itu harus memiliki jiwa enterpreneur, sehingga ia mampu berpikir, menggali potensi untuk meningkatkan pendapatan rumah sakit.

"Jadi baik RS di Kulonprogo atau Garut, sebelum menerapkan Sistem Informasi Managamen Rumah Sakit (SIM RS) secara menyeluruh, kondisinya sama persis dengan yang dialami RSUD dr Soekardjo saat ini. Namun setelah SIM RS ini dijalankan sesuai dengan yang seharusnya, hasilnya positif, pendapatan rumah sakit mengalami peningkatan cukup signifikan," paparnya.

Ia menambahkan, Kuncinya di SIM RS, kalau Direksi RSUD dr Soekardjo saat ini berkomitmen memperbaiki ini, kita yakin RSUD kedepan bisa lebih baik.

Kemudian, lanjut Dede, disoal kebijakan berjenjang oleh BPJS, rasanya itu tidak bisa dijadikan sebagai alasan, karena kita juga menanyakan hal yang sama ke Direksi RS yang kita kunjungi, mereka menyebut, bahwa itu kebijakan nasional berlaku menyeluruh. 

"Intinya perlu komitmen yang kuat untuk memperbaiki managamen rumah sakit. Buktinya dua RS yang kita kunjungi mampu bangkit dari kondisi sulit, bahkan sekarang mengalami kemajuan yang cukup signifikan," pungkasnya