Andi Yakin Seluruh Usulan Warga Cipedes Masuk Skala Prioritas 

Andi Warsandi mengungkapkan, sebagian usulan sudah kita identifikasi, mulai dari Musrenbang tingkat kelurahan, hingga tingkat Kecamatan. Pertama masih masalah klasik soal infrastruktur, dan harus tetap kita respon dengan baik.

Andi Yakin Seluruh Usulan Warga Cipedes Masuk Skala Prioritas 

KOTA TASIK, INILAHTASIK.COM | Ketua Komisi II Andi Warsandi bersama sejumlah anggota DPRD Kota Tasikmalaya dari Daerah Pemilihan (Dapil) II Cipedes-Indihiang menghadiri kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Cipedes di Aula kecamatan, Rabu 26 Januari 2022.

Saat diminta tanggapannya, Andi Warsandi mengungkapkan, sebagian usulan sudah kita identifikasi, mulai dari Musrenbang tingkat kelurahan, hingga tingkat Kecamatan. Pertama masih masalah klasik soal infrastruktur, dan harus tetap kita respon dengan baik.

Kedua, pemberdayaan masyarakat, Ketiga, pengelolaan lingkungan secara modern dan profesional. Misal, bagiamana pengelolaan sampah agar tidak menjadi ancaman dikemudian hari, seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, dan perumahan yang ada di Kota Tasik. Ini menjadi persoalan kedepan yang harus kita tangani secara serius dan berkelanjutan.

"Jadi sampah ini kedepan harus ditata dengan baik, dikelola secara profesional, dan itu bisa memperoleh nilai tambah bagi pengelola sampah. Jangan sampai produksi sampah itu seluruhnya dibuang ke TPA, tapi bisa dipilah dulu oleh pengelola sampah di masing-masing wilayah," terangnya.

Selain itu, isu strategis lainnya adalah soal penanganan ODF. Kedepan, pembuangan limbah harus lebih higienis dan sehat.

"Tadi saya sampaikan, tidak hanya persoalan di atas tanah yang harus kita pikirkan, tapi kebersihan sanitasi dibawah tanah pun perlu kita pikirkan, karena ini bisa saja menjadi persoalan besar dikemudian hari," ungkapnya.

Ia menyebut, saat ini kita sudah punya Perda tentang Pengelolaan Limbah. Tinggal menunggu action nyata dari pemerintah Kota Tasikmalaya merespon persoalan pengelolaan air limbah yang harus tertata dan berkelanjutan.

Ia menegaskan, bahwa air yang kita serap dari dalam tanah, harus dapat dipastikan air tersebut benar-benar layak dan sehat. Sehingga kedepan perlu dirancang pembangunan septitenk komunal di masyarakat.

Menurutnya, secara keseluruhan penanganan ODF di Kecamatan Cipedes sudah bagus, tapi tetap harus kita antisipasi, agar persoalan ODF di wilayah Cipedes benar-benar tuntas. 

Ia menambahkan, soal masa jabatan wali kota yang berakhir, dan bagiamana mengawal usulan dari masyarakat. Tentunya usulan tersebut harus berdasarkan pada hasil evaluasi RPJMD 2017-2022, sebagai regulasinya peraturan kepala daerah tentang Rencana Pembangunan Daerah (RPD) tahun 2023 2026.

Hasil Musrenbang tahun ini, lanjutnya, sampai dengan dua tahun kedepan, harus mengacu pada RPD Kota Tasik sebagai instrumen transisi setelah selesainya RPJMD dari pimpinan daerah, sambil menunggu kepala daerah baru hasil pilkada serentak tahun 2024 mendatang. jelasnya. 

Ia meyakini seluruh usulan dari tiap kelurahan yang sekarang sudah masuk pada Musrenbang tingkat kecamatan, semuanya masuk dalam skala prioritas dan masuk dalam rumpun rencana pembangunan daerah kota Tasik.

Dirinya berharap, semua usulan bisa terakomodir. Namun ia juga tak menampik, persoalan bisa direalisasi atau tidak, itu persoalan tersendiri. Karena kita tahu sendiri, perlu kita pahami, dan maklumi bersama bahwa APBD kita masih terbatas.

Terlebih dalam dua tahun ini, anggaran kita sudah terkontraksi pada penanganan Covid-19, sehingga untuk reposisi APBD memerlukan waktu dan tenaga yang luar biasa. 

"Mudah-mudahan masyarakat bisa memahami itu, dan kita berharap skala prioritas usulan di masing wilayah dapat terakomodir, meski tidak semuanya, sambil kita berharap, APBD kita sehat, PAD juga meningkat, dan semakin membaik. 

Andi optimis target APBD dan PAD di tahun 2023 bisa secara maksimal terlampaui targetnya, karena itu salah satu penopang atau dukungan utama pelaksanaan pembangunan di Kota Tasikmalaya.