Anton Charliyan Bedah Pengalaman Bersama Panglima NII

Kekuatan NII disebut-sebut sudah mencapai lima juta orang

Anton Charliyan Bedah Pengalaman Bersama Panglima NII

KAB. TASIK, INILAHTASIK.COM | Mantan Pimpinan Panglima Besar NII Abu Yaser beserta mantan stafnya yang sudah kembali insyaf kembali ke NKRI melakukan deklarasi bersama menolak melawan NII bersama antek anteknya pada Rabu 26 Januari 2022 di Obyek Wisata Batu Mahpar, Kecamatan Sariwangi , Kabupaten Tasikmalaya.

Acara yang diprakarsai oleh mantan Kapolda Jabar sekaligus sebagai Tokoh Budayawan Dr. Drs. H. Anton Charliyan, M.P.K.N ini bersama-sama melakukan diskusi dan bedah pengalaman yang pernah terjadi semasa memimpin NII.

Menurut Anton, adanya kekhawatiran dengan hadirnya gerakan NII yang terjadi di wilayah Garut belakangan ini, jangan sampai dianggap sepele karena kemungkinan gerakan tersebut bisa saja terjadi di wilayah lain. Maka dari itu, pihak pemerintah agar tidak menganggap remeh karena bisa memecah belah Persatuan Bangsa.

"Pemerintah harus secepatnya mengantisipasi hal ini karena bisa terjadi perpecahan bangsa, seperti yang terjadi di negara Timur Tengah, padahal mereka kesejahteraannya sudah terjamin, namun karena lemahnya rasa bela bangsa kini menjadi terpecah pecah," jelasnya.

Ia menegaskan, dengan kedatangan mantan pucuk pimpinan NII, bisa mengetahui sejauhmana kekuatannya yang kini sudah mencapai lima juta orang, dan jika dibiarkan negara Indonesia bisa hancur.

Sementara itu, Abu Yaser mengungkapkan bahwa undangan tersebut membuatnya bahagia karena bisa memberikan pemahaman kepada tokoh masyarakat, tokoh agama dan generasi muda agar tidak terpengaruh dengan gerakan NII yang sudah jelas salah juga bertentangan dengan Pancasila.

"Kami sudah sadar melakukan kesalahan besar dengan bergabung ke NII yang ingin menghancurkan bangsa Indonesia, sehingga kami ingin memberikan penjelasan seperti apa itu NII yang kini pergerakannya semakin luas, sehingga masyarakat harus waspada," terangnya saat di wawancarai.

Para mantan petinggi NII berharap agar setiap elemen masyarakat bisa mendapatkan pembekalan agar tidak terpengaruh dengan NII yang kini sudah mulai menyusup ke setiap elemen masyarakat.