Widya Erti Indonesia Edukasi Petani Nira di Pangandaran

Widya Erti Indonesia Edukasi Petani Nira di Pangandaran
Wiranatha Krisna

KAB. PANGANDARAN, INILAHTASIK.COM | Widya Erti Indonesia memberikan pendampingan kepada para petani kelapa nira di Kabupaten Pangandaran melalui kegiatan Sekolah Lapangan Kelapa Nira (SLKN) yang berlangsung pada Juni hingga November 2021.

Manager Program Widya Erti Indonesia, Wiranatha Krisna, disela-sela kegiatan Hari Temu Tani, di Karapyak Glamping, 30 November 2021 mengatakan, program tersebut merupakan bentuk kerjasama antara Unilever, PT Samudra Jaya Abadi, dan Widya Erti Indonesia dalam melakukan pembinaan petani kelapa sadap nira lima kecamatan di Kabupaten Pangandaran.

Ia menyebut bahwa Hari Temu Tani sendiri merupakan bentuk presentasi hasil belajar atau tindaklanjut dari sekolah lapangan para petani yang sudah dilaksanakan.

Dijelaskan Krisna, kegiatannya itu bertujuan agar para petani dan pemangku kepentingan dapat terkoneksi satu sama lain supaya bisa saling melihat yang bisa dipelajari termasuk hasilnya, sehingga dapat menarik simpati serta mendorong kemajuan petani nira di Kabupaten Pangandaran.

Ia menyebut, awalnya melakukan asesment pada bulan Maret 2021, dan saat itu perlakuan petani pada pohon kelapa garapannya masih jauh dari praktik budidaya dan berkelanjutan. 

"Sebelum para petani mengikuti sekolah lapangan ini, mereka memupuk pohon kelapa dengan teknik yang kurang tepat, sehingga tanaman kelapanya tidak dapat menyerap pupuk secara maksimal. Apa yang sudah para petani lakukan menjadi sia-sia," ujarnya.

Krisna mengungkapkan, pascamengikuti sekolah lapangan kelapa nira, petani diajarkan teknik tentang bagaimana cara memupuk yang benar, juga waktu dan pupuk yang tepat.

"Setelah mereka mengikuti SLKN ini dampak  signifikan yang dirasakan adalah peningkatan hasil produksi nira, rata-rata peningkatannya 18 persen," sebutnya.

Ia menerangkan, total petani binaan yang mendaftar awal sebanyak 507 orang, dan dinyatakan lulus hanya 479 orang.

Rencananya tahun depan Widya Erti Indonesia akan mengadakan SLKN gelombang kedua untuk 500 orang petani.

Menurutnya, potensi kelapa nira di Pangandaran tersebar hampir di seluruh kecamatan.

"Hanya saja kita melihat potensi yang cukup besar, dan itu ada di lima kecamatan yakni Kecamatan Cimerak, Sidamulih, Pangandaran, Padaherang, dan Kecamatan Kalipucang," tutur Krisna.

Ia pun tidak bekerja sendiri, tapi juga mendidik potensi lokal dari fasilitator binaan yang sebelumnya sudah dilatih dan diberikan pengetahuan juga kemampuan disebut sebagai dokter kelapa.

"Para dokter kelapa yang sudah kita bekali kemampuan usai program ini selesai diharapkanbisa mengembangkannya ke daerah lain yang membutuhkan pendampingan," pungkasnya.