Syukuran Milad ke-50, Tarung Derajat Back To Ahlak

Sampai saat ini olahraga bela diri TD bagi sebagian masyarakat masih cenderung merupakan olahraga bela diri yang keras. 

Syukuran Milad ke-50, Tarung Derajat Back To Ahlak

KOTA TASIK, INILAHTASIK.COM | Menginjak usia ke-50 tahun, Tarung Derajat mengadakan tasyakur bi'nikmah yang dilaksanakan di Kawah Narayana, Perum Bumi Resik Panglayungan, Kota Tasikmalaya, Minggu 07 Agustus 2022. Acara diisi dengan bakti sosial donor darah dan santunan anak yatim. 

Panitia Pelaksana (Panpel) Kegiatan, H. Dudang mengatakan, di milad ke-50 Tarung Derajat ini,  merupakan ke-32 tahun bagi Tarung Derajat Tasikmalaya, dan milad ke-71 Sang Guru. 

“Pas berbarengan dengan bulan muharam, kami isi milad ini dengan dua kegiatan yaitu santunan kepada 32 anak yatim di lingkungan sekitar sesuai jumlah milad TD Tasikmalaya dan donor darah dari 15 Satlat beserta masyarakat umum, mudah-mudahan dengan target 150 labu bisa tercapai,” paparnya. 

Ia menyebut, milad kali ini berorientasi pada sosial, Pihaknya berkoordinasi dengan TD RSUD dr. Soekardjo,  Permatadora juga semua kecamatan dan kelurahan di Kota Tasikmalaya. 

“Karena kami mendapat informasi langsung dari Yayasan Pusat Talasemia bahwa penyakit tersebut mengalami peningkatan,” tambahnya.  

Sementara itu, Dewan Guru Tarung Derajat Tasikmalaya, H. Noves Narayana mengungkapkan, di usia ke-50 Tarung Derajat ini ada raihan yang belum dicapai yaitu masuk ke Sea Games. 

“Sebenarnya tahun kamarin baru Pra Qualifikasi, diusahakan dengan kerjasama dan diplomasi mudah-mudahan tahun depan bisa masuk Sea Games,” harapnya. 

Ia juga menjelaskan, sampai saat ini olahraga bela diri TD bagi sebagian masyarakat masih cenderung merupakan olahraga bela diri yang keras. 

“Kalau dibilang keras iya, tapi kalau kasar tidak, karena semakin hari TD semakin diperhalus. Beda dengan bela diri yang dulu dengan full body contact-nya tanpa pakai pelindung seperti sekarang ini yang sudah pakai helmet pelindung kepala, pelindung gigi, tangan dan body yang menjadi olahraga bela diri seperti biasanya,” terang Noves. 

Menurutnya, TD bukan olahraga fisik saja melainkan terdapat olah jiwa dan rasanya sesuai amanah yang ditekankan sang guru bahwa TD harus back to ahlak, menjalankan nilai-nilai agama dengan sebaik-baiknya sesuai agama yang dianut oleh anggota dan pelatihnya. 

“Ini yang belum didengar oleh masyarakat,” ucapnya. 

Tarung Drajat, tegasnya, tidak mengakibatkan sakit di hari tua, seperti contoh sang guru yang hingga sekarang menginjak usai 71 tahun masih berolahraga dan berlatih enam jam dalam sehari. 

“Beliau juga membuktikannya sendiri, bahkan menjadikan diri kita sehat,” tuturnya. 

Diterangkannya bahwa anggota yang terdaftar saat ini sekitar 2.000 anggota, sedangkan yang aktif kurang lebih 500 anggota, dan anggota yang termuda sekitar anak kelas dua SMP dari 15 Satlat. 

“Di sujud syukur milad ini saya (Dewan Guru Noves) sebagai pelatih harus tetap berlatih dan melatih, sedangkan bagi anggota berlatih dan berlatih,” pesannya. 

Ia pun memohon dukungan dan doa restu kepada masyarakat untuk Pekan Olahraga Daerah (Porda) di Bekasi agar meraih kemenangan dengan menargetkan 3 medali emas untuk Kota dan 1 emas bagi Kabupaten Tasikmalaya. (Awen)