Sisi Psikologis dan Perspektif Islam dari Reunian

Islam menganjurkan silaturahim, selain menyambungkan yang lama putus atau sudah lama tidak berjumpa dengan kolega.

Sisi Psikologis dan Perspektif Islam dari Reunian

INILAHTASIK.COM | Beberapa tahun ini yang namanya reunian sudah menjadi tradisi, dengan adanya reunian ini kebanyakan orang menyukainya dan merasa senang bertemu teman-teman lamanya, tentunya banyak mendatangkan manfaat bagi yang mempunyai tujuan positif.

Dengan adanya reuni bisa bertemu teman lama, bisa juga saling tukar fikiran, dan juga bisa bercerita tentang masa lalu yang menimbulkan kebaikan untuk kesehatan serta keharmonisan hubungan pertemanan. Rutinitas harian seperti pekerjaan, pendidikan, ibu rumah tangga, yang terkadang menjenuhkan akan terhibur.

Namun lain halnya dengan reuni yang bertujuan negative atau tergoda dengan hal-hal yang tidak seharusnya terjadi seperti kembali ke masa lalu bertemu dengan mantan, atau tergoda dengan istri/suami orang, atau reuni berlanjut dilaksanakan berlebihan sehingga lupa keluarga dll. Ini tentunya reuni malah mendatangkan madarat, keluarga menjadi berantakan bahkan menjadi perceraian, esensi dari reuni itu sendiri akan hilang.

Islam menganjurkan silaturahim, selain menyambungkan yang lama putus atau sudah lama tidak berjumpa dengan kolega, dengan silaturahim ini banyak sekali keterangannya akan menambah rizki dan memperpanjang umur.

Jelas saja akan menambah banyak rizki yang kita tidak sadari, selain rizki secara finansial juga rizki sehat secara jasmani dan rohani. Manfaat lain dari reuni  bisa bertukar informasi pekerjaan, bisa mencurahkan perasaan, bahkan bisa mendapatkan jodoh.

Dalam Al-Quran sangat jelas tentang keutamaan silaturahim didalam surat (QS. Muhammad: 22-23) “maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan tali silaturahmi (kekeluargaan)? mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan telinga mereka dan dibutyakan penglihatan mereka”.

Begitu jelas peringatan dalam al-Quran ini tentang silaturahim, diungkapkan juga dalam hadits nabi yang diriwayatkan oleh imam (Bukhari dan Muslim) “Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya dipanjangkan umurnya maka sambunglah tali silaturahmi”.

Bentuk silaturahim dalam islam bisa reuni dengan kawan lama, dengan tetangga, dengan sodara dekat dan sodara jauh, apalagi ketika kita mengunjungi kolega membawa makanan atau hadiah maka silaturahim selain akan mendatangkan kebahagiaan untuk diri sendiri juga akan mendatangkan kebahagiaan untuk orang lain.

Dengan silaturahim juga akan menambah kepekaan atau empati kepada teman dengan kita mendengarkan cerita, baik cerita senang ataupun cerita susah,  membiasakan diri menghargai orang dengan berbagai perbedaan.

Dilihat dari sisi psikologis, reuni akan berdampak positif. Dengan bertemu teman-teman akan merekatkan lagi tali persaudaraan akan membawa efek kedekatan, dan dari sisi emosional sangat baik tentunya.

Dari sisi perkembangan reuni akan berdampak baik, reuni merupakan sarana untuk melihat kembali masa kebelakang, menyadari bahwa dalam hidup ada fase perkembangan, tentunya akan menghargai betapa berharganya setiap fase dalam kehidupan ini tidak boleh di sia-sia kan.

Dan dari sisi psikologis, reuni juga merupakan relaksasi jiwa, biasanya reuni di gelar dari yang sederhana, bertemu hanya makan-makan saja, sampai yang di gelar megah di hotel atau di tempat yang luas, dengan istilah reuni akbar.

Semua itu berfungsi untuk menghilangkan stress, bisa  jumpa dengan teman lama yang hampir lupa, juga untuk relaksasi jiwa menghilangakan kepenatan pekerjaan sehari-hari,  karena pada umumnya dengan reuni orang akan merasa Bahagia.

Penulis: Sunanih (Dekan FKIP UMTAS)