Petani Cabai Kriting di Ciamis Panen Perdana

Saat ini penanaman cabai kriting di wilayah Ciamis menjadi potensi bisnis yang sangat menjanjikan, ditambah dengan adanya kerjasama dari salah satu pihak perusahaan.

Petani Cabai Kriting di Ciamis Panen Perdana

KAB. CIAMIS, INILAHTASIK.COM | Sejumlah petani cabai kriting di Desa Batu Lawang, Kecamatan Lawang, Kabupaten Ciamis saat ini tengah meningkatkan produksi tanamannya. Hal itu guna memenuhi tingginya permintaan di pasaran.

Selain itu, penanamannya dilakukan dengan memanfaatkan lahan pertanian yang ada dengan luas lahan sekitar 35 Hektar, dan saat ini baru sekitar 5 Hektar yang baru ditanam.

Saat ini penanaman cabai kriting di wilayah tersebut menjadi potensi bisnis yang sangat menjanjikan, ditambah dengan adanya kerjasama dari salah satu pihak perusahaan.

Petani Cabai Kriting, Aan Targana mengatakan, awalnya lahan tersebut bukan ditanam cabai melainkan jahe, namun harganya merosot tajam, sehingga mengakibatkan kerugian hingga mencapai miliaran rupiah.

Dengan bekal tekat yang kuat untuk bertani dan adanya tawaran dari salah satu temannya untuk menanam cabai, akhirnya ia pun menerima tawaran itu, dan sampai sekarang sudah terhitung empat bulan hingga panen perdana saat ini.

"Lahan ini semua seluas 35 Hektar, dan yang baru ditanami cabar kriting seluas 5 Hektar, untuk cabai rawit 2 Hektarm,” terangnya.

Aan menambahkan bahwa saat ini bertani cabai sangat menjanjikan, apalagi sekarang harganya sedang naik sekitar 30 ribu rupiah, begitu pula dengan cabai rawit. Namun terkadang harganya bisa turun, dan ia pun mengikuti harga pasar.

Ia menyebut, dengan adanya kerjasama dari pihak Krodi, cabai kriting akan dibawa ke salah satu perusahaan Indofood, sementara soal harga ia mengikutinya.

Terkait kendala, lanjut Aan, saat ini hamanya seperti patek dan lalat buah, tapi sejauh ini bisa ia kondisikan sehingga tidak sampai busuk dan sebagainya.

Menurut Aan, selain lahannya sangat cocok untuk dijadikan agro bisnis, juga menunjukkan bahwa Ciamis mampu bersaing dalam bidang pertanian. Saat ini sudah dibuktikan dengan adanya panen perdana dengan hasil kisaran 300 kilogram per hektar.

“Mungkin untuk panen yang kedua dan seterusnya ini akan bertambah lagi,” pungkasnya.