Misteri Eyang Dalem Dungkut, Makam Keramat di Tepi Sungai Cimuntur

Misteri Eyang Dalem Dungkut, Makam Keramat di Tepi Sungai Cimuntur

INILAHTASIK.COM | Di Dusun Kiarakoneng, Desa Winduraja, di tepi Sungai Purba, Cimuntur terdapat makam keramat. Makam tersebut di kelilingi pepohonan besar, beberapa diantaranya adalah pohon kiara berdiameter 1,5 sampai 2 meter yang diperkirakan sudah berusia ratusan tahun. 

Penduduk setempat Dedi menjelaskan, makam itu adalah Makam Eyang Dalem Dungkut yang memiliki nama lain eyang Ranggayunan. Sampai sekarang makam itu masih dianggap keramat oleh warga sekitar.

Lanjut Dedi bercerita, dimasa hidupnya, Eyang Dalem Dungkut mempunyai peliharaan anjing yang diberi nama si Pogor, menurut informasi yang berkembang di masyarakat, anjingnya sangat besar sebesar kerbau, jika sedang menyalak, suaranya bisa terdengar sampai radius sekitaran 1 km. 

"Konon salah satu Desa di Kawali, penduduknya sering mendengar lolongan si Pogor, sampai akhirnya desa itu dinamakan Pogor yang sekarang jadi Desa Pogor Sari," ucap Dedi.

Menurut keterangan warga lain, Si Pogor adalah anjing pintar yang sering disuruh untuk mengantar surat ke Keraton Sunda Galuh yang sekarang di pakai Bangunan Kecamatan oleh Eyang Dalem Dungkut.

Letak makam si Pogor tidak jauh dari makam Eyang Dalem Dungkut. Jaraknya hanya berkisar 20 meter saja, dengan panjang makam sekitar 6 meter dan lebar 1 meter.

Menurut Informasi yang dirangkum dari beberapa referensi, ternyata Eyang Dalam Dungkut adalah putra raja Kuningan Langlang Buana. Putra kedua dari tiga bersaudara yang di utus oleh Sunan Gunung Jati, Syarif Hidayatullah, Cirebon Untuk menyebarkan agama Islam di Kawali. 

Eyang Dalem Dungkut menjadi raja Galuh kawali dan berkuasa pada tahun 1528 sd 1575, ia naik tahta setelah raja Jayaningrat. 

Pada tahun 1575 eyang Dalem Dungkut digantikan oleh anaknya, pangeran Bangsit yang nama lainnya adalah Mas Palembang yang berkuasa sampai tahun 1592. 

Kemudian kepemerintahannya di gantikan oleh pangeran Mahadikusumah, yang terkenal  dengan sebutan eyang Maharaja Sakti Kawali.

Hingga sekarang makam Eyang Dalem Dungkut masih dianggap sangat keramat oleh masyarakat sekitar yang membuat mereka sangat enggan memberikan komentar karena takut salah dalam memberikan informasi, mereka percaya hal itu bisa membuat eyang Murka. 

Hal ini tentu sangat disayangkan, karena akan memutus informasi sejarah kepada generasi mendatang dan masih menjadi misteri yang belum terungkap.(RA)

Baca juga: Jejak Situs Keramat di Panglayungan Kota Tasikmalaya