Ganja Medis, Hj Neng Madinah: di Indonesia Kajiannya Belum Ada

Sementara ini belum ada UU yang secara tegas melegalkannya.

Ganja Medis, Hj Neng Madinah: di Indonesia Kajiannya Belum Ada

KAB.TASIK, INILAHTASIK.COM | Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Hj. Neng Madinah mengatakan legalisasi ganja di Indonesia bisa saja terjadi.

Hanya saja, tegas Bunda, harus ada batasan penggunaan dan pengawasan yang ketat. Seperti untuk kebutuhan medis dan pengembangan obat herbal, lembaga penelitian, kepentingan pendidikan dan lain-lain yang memerlukan bahan ganja.

"Seperti militer polisi, cukai dan lain-lain. Dan cara memperolehnya tidak bisa di tempat umum harus di tempat yang terawasi misalnya rumah sakit, atau lembaga penelitian dan pendidikan. Itu harus secara tegas dinyatakan dalam UU," kata Bunda saat dihubungi Sabtu, 6 Agustus 2022.

Ia melanjutkan, melegalkan ganja untuk kebutuhan tertentu kuncinya jelas ada di pemerintah pusat bersama DPR, yang memiliki kewenangan untuk merevisi Undang-undang (UU) yang berlaku saat ini.

"Sementara ini belum ada UU yang secara tegas melegalkannya. Tetapi kalau pemerintah dan DPR sepakat itu di undang-undang bisa saja itu kedepan ganja jadi legal untuk dipergunakan dengan batasan-batasan dari pemerintah," jelas Bunda.

Sebelumnya, publik dihebohkan dengan aksi seorang ibu membawa poster bertuliskan membutuhkan ganja medis untuk pengobatan anaknya di Bundaran HI, Jakarta.

Ialah Santi Warastuti yang menuntut legalitas ganja medis di kawasan Car Free Day (CFD) di Jakarta, Ahad 31 Juli 2022.

Menurut Bunda Hj Neng Madinah beberapa negara memang sudah melegalisasi ganja untuk pengobatan medis. Namun untuk di Indonesia masih terganjal karena undang-undang yang belum memungkinkan adanya legalisasi dan MK pun sudah mengetok palu menolaknya.

"Sehingga nanti kita akan coba buat kajiannya. Apakah itu kemudian dimungkinkan untuk ganja itu sebagai salah satu obat medis yang memang bisa dipergunakan, karena di Indonesia kajiannya belum ada," kata Bunda

Baca juga : Polres Tasik Ungkap Ladang Ganja di Tasela