Di Era Digital, Pencak Silat Tetap Eksis

Di Era Digital, Pencak Silat Tetap Eksis

KAB.TASIK, INILAHTASIK.COM |  Guna melestarikan budaya Sunda, ibing pencak silat terus digalakan di setiap perguruan Pencak Silat.

Hal itu bertujuan untuk melestarikan budaya seni sunda khususnya seni ibing pencak silat kepada para kaum muda sebagai penerus.

Seperti di Perguruan Pencak Silat Pedoman (Perkumpulan Domas Manonjaya) yang berada di Dusun Cisalam RT 06 RW 02 Desa Pasirpanjang, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat.

Perguruan atau Peguron ini selalu melakukan latihan pada setiap Rabu dan Sabtu malam di halaman padepokan yang diikuti sekitar 30 orang muridnya.

Sesepuh Paguron Pedoman, Ujang Suratman, Minggu 28 November 2021 mengatakan, dengan adanya kelonggaran Level 2 di Kabupaten Tasikmalaya, maka  bisa berlatih kembali seperti biasa. 

Ia menyebut, tujuan pencak silat tiada lain untuk memperkenalkan kebudayan sunda, agar nantinya kebudayaan tradisonal ini terus berkembang dan terjaga, khususnya ibing pencak silat di Manonjaya.

Ia berharap bisa mempertahankan budaya, dan kedepan budaya ibing pencak silat ini bisa menjadikan pelajaran di dalam ektrakulikuler di setiap sekolah, khususnya di Jawa Barat.

Sementara itu, salah satu murid padepokan, Revan Farizal Habsi mengatakan, sudah belajar ibing pencak silat dari mulai TK.

Sampai sekarang, ada sudah lima jurus yang diajarkan. Ia pun beberapa kali menag di sejumlah event, seperti di Bandung, Banjar, Ciamis, Langen, serta kemarin di Cisarua Cineam. 

Revan berharap kedepan bisa terus berlatih, dan meningkatkan latihan gerakan serta jurus yang diajarkan.
 
Hal serupa diungkapkan Wulan Mardianasari. Ia sudah mengenal pencak silat semenjak masih duduk di kelas 4 Madrasarah Ibtidaiyah (MI), sejak umur 10 tahun.

Awal mulanya hanya iseng-iseng, pada akhirnya sampai saat ini kegemarannya terhadap pencak silat berlanjut sampai Wulan menempuh pendidikan SMK bergabung di Paguron Pedoman.