AJV Terus Kembangkan Potensi TV Desa ke Wilayah Sumatera

AJV akan memperjuangkan TV Desa menjadi program unggulan untuk pemberdayaan masyarakat desa tak hanya di Jawa Barat bahkan kalau bisa menjadi Program Nasional.

AJV Terus Kembangkan Potensi TV Desa ke Wilayah Sumatera

KOTA BANDUNG, INILAHTASIK.COM | Aliansi Jurnalis Video (AJV), organisasi profesi yang mewadahi para penggiat video di Media Sosial terus membuat terobosan dan inovasi untuk mengibarkan konsep Jurnalis Merdeka. Setelah sebelumnya di Jawa Barat akan segera membuat Prototype TV Desa bekerja sama dengan KPID Jawa Barat.

 Di Jawa barat sendiri, AJV menargetkan untuk membuat lima  desa percontohan di lima kabupaten yang ada di Jawa Barat, dan Desa Tanjungtiga Kabupaten Subang menjadi salah satu desa yang akang di jadikan proyek percontohan.

Ketua Dewan Pertimbangan Pusat Aliansi Jurnalis Video, Haris Jauhari mengatakan bahwa desa Tanjungtiga akan menjadi desa pertama yang di buatkan studio percontohan TV Desa.

 “Saya sangat mengapresiasi dari keinginan warga desa Tanjungtiga, dan sangat memuji langkah yang diambil oleh kepala desa saat pelatihan kemarin (24/02)” ujarnya.

 Menurut Haris Jauhari, saat pelatihan yang diberikan tentang konsep Televisi yang akan diterapkan di TV Desa, diluar dugaan ternyata dikuti tidak hanya oleh penduduk Desa Tanjungtiga saja, namun perwakilan Karang Taruna dari desa sekitar ikut ambil bagian.

“Total ada sekitar delapan desa yang ikut pelatihan basic gambar, presenting dan editing yang datang” jelas Haris Jauhari.

Sementara itu Ketua Aliansi Jurnalis Video (AJV) Pengda Jabar, Budi Mulia Setiawan sebagai penggagas TV Desa ini mengatakan bahwa, TV Desa adalah sebuah konsep Media Alternatif yang akan mengedepankan liputan potensi Budaya, UMKM, Pariwisata dan kehidupan sosial masyarakat desa.

“Idenya berawal dari berita KPID Jabar dengan Gubernur Jabar yang menyoal tentang ASO (Analog Switch Off) yang akan diberlakukan September 2022 mendatang” kata Budi (27/02) saat ditemui Redaksi di kediamannya.

Budi menjelaskan bahwa asal muasal gagasan satu desa satu televisi ini adalah ketika dirinya membaca pemberitaan media masa pada bulan februari 2021 dimana dilontarkan ide KPID Jabar untuk membuat 1 desa 1 media penyiaran, entah itu via youtube atau medsos. Dan usulan tersebut disambut baik oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang kemudian segera memerintahkan Diskominfo jabar merealisasikan gagasan tersebut. Namun mungkin karena kesibukan para pejabat di Diskominfo, konsep satu desa satu media penyiaran hingga di penghujung tahun tidak bisa terealisasi.

“Saya kemudian berfikir, dan menjabarkan satu media penyiaran disini menjadi sebuah media penyiaran Televisi, berbasis OTT atau internet” jelasnya.

Lebih jauh Ketua AJV Pengda Jabar, ini menjelaskan bahwa TV Desa kedepan bisa menjadi wadah kreatifitas penduduk desa untuk menyalurkan bakat mereka di bidang Jurnalisme warga atau Citizen Jurnalism.

“AJV akan memperjuangkan TV Desa menjadi program unggulan untuk pemberdayaan masyarakat desa tak hanya di Jawa Barat bahkan kalau bisa menjadi Program Nasional,“ tegasnya.

Dengan adanya TV Desa kedepan, tak  hanya lapangan kerja baru tercipta namun lebih dari itu dengan adanya TV Desa pemerintah di pusat bisa mendapatkan informasi tentang desa dari sumbernya langsung.

“Alhamdulillah Konsep satu televisi satu desa sudah mulai terdengar hingga ke daerah lain. Rencananya kami (AJV) akan melakukan Workshop dan MOU (Memorandum Of Understanding) di beberapa kota/kabupaten di Sumatera seperti dengan Pemerintah daerah Empat lawang dan Pagar Alam di Sumetera Selatan” pungkas Budi.