Warga Kampung Pameungpeuk Cigalontang Digegerkan dengan Penemuan Bayi

Nov 16, 2023 - 14:18
Nov 16, 2023 - 14:22
Warga Kampung Pameungpeuk Cigalontang Digegerkan dengan Penemuan Bayi
Kepala UPTD PPA Kab. Tasikmalaya tengah menggendong bayi laki laki yang ditemukan warga disekitar kandang ayam di Kampung Pameungpeuk

INILAHTASIK.COM | Warga Kampung Pameungpeuk Desa Lengkongjaya Kecamatan Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya digegerkan dengan penemuan sesosok bayi berjenis kelamin laki laki di kandang ayam.

Penemuan bayi tersebut pertama kali diketahui Elin (30) warga sekitar, pada Rabu 15 November 2023, sekira pukul 05.00 pagi.

"Saat itu saya usai melaksanakan sholat subuh, sekitar pukul 04.30 WIB, saya dengar diluar seperti ada suara anak kucing," kata Elin.

Setelah itu, ia langsung bergegas keluar rumah melalui pintu belakang. Begitu sampai diluar, betapa kagetnya ia melihat seperti kaki manusia yang terlihat bergerak.

Kaget melihat sesosok bayi, Elin lantas berteriak hingga mengundang tetangganya berdatangan, bahkan anggota polisi dari Polsek Cigalontang.

"Bayinya masih hidup, untuk menghindari hal yang tak diharapkan, saat itu juga langsung koordinasi dengan petugas Puskesmas untuk segera merawat bayi tersebut," ungkap, Iptu Aan, Kapolsek Cigalontang.

Ia menyebut, berdasarkan hasil pemeriksaan medis, bayi tersebut berjenis kelamin laki laki dengan Berat badan 2,775 gram, panjang badan 45 cm, diperkirakan baru lahir sekitar satu jam lalu.

"Alhamdulillah kondisi badannya normal dan sehat," kata dr Candra yang melakukan perawatan terhadap bayi tersebut.

Sementara itu, Kepala UPTD PPA Kabupaten Tasikmalaya, Nurlela Mustikawati menuturkan, bahwa untuk sementara bayi tersebut akan di titipkan dulu di puskesmas Cigalontang.

"Kondisi bayinya memang normal dan sehat. Sekalipun demikian, bayi tersebut tetap harus mendapat perawatan. Sambil menunggu proses selanjutnya, untuk sementara kami titipkan dulu di puskesmas biar kondisinya tetap terpantau," tuturnya.

Ketika ditanya seandainya ada yang ingin mengadopsi bayi tersebut, Nurlela mengatakan hal itu bisa saja dilakukan.

"Untuk mengadopsi bisa saja, tetapi harus melalui proses, dan tentunya hal tersebut harus koordinasi dulu dengan Dinas Sosial," pungkasnya.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow