Kembangkan Ketahanan Pangan, Penggemukan Sapi Jadi Andalan Desa Sirnajaya

Bukan tanpa alasan, pengadaan Sapi tersebut merupakan langkah pemerintah dalam menanggulangi ketahanan pangan di Desa Sirnajaya pasca Pandemi COVID-19.

Kembangkan Ketahanan Pangan, Penggemukan Sapi Jadi Andalan Desa Sirnajaya

KAB.  TASIK, INILAHTASIK.COM | Pemerintah Desa Sirnajaya, Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya merencanakan untuk mengembangkan peternakan Sapi. Selain lebih menjanjikan, daerah ini juga memiliki keunggulan lahan rumput yang didukung dengan sumberdaya alam melimpah.

Bukan tanpa alasan, pengadaan Sapi tersebut merupakan langkah pemerintah dalam menanggulangi ketahanan pangan di Desa Sirnajaya pasca Pandemi COVID-19. Oleh karena itu, di tahun ini sebanyak 20 persen Dana Desa (DD) diwajibkan untuk progam ketahanan pangan dan hewani.

Kades Sirnajaya, Asep berharap nantinya para kelompok ternak bisa mengambil keuntungan dalam arti sangat berpotensi untuk pakan hewan juga pengembangan pengemukan sapi.

Selain itu juga, lanjut Asep, adanya program ketahanan pangan nantinya bisa mendorong terhadap perkembangan yang pesat, juga harus dipertahankan dan dilestarikan agar dapat bermanfaat bagi semua pihak.

"Kemarin sudah ada pelatihan dari dinas untuk ukuran kendang dan ventilasinya sekaligus pelatihan fermentasi rumput juga cara pengobatan dan pemeliharaan ternak. Itu semua sudah dilaksanakan, kita tinggal menunggu praktek di lapangan kalau nanti hewannya sudah ada,” terangnya, Rabu 25 Mei 2022.

Ia berharap dengan turunnya dana dari pemerintah untuk ketahanan pangan nantinya bisa dirasakan oleh warga sekitar dengan baik, jangan sampai disalah gunakan.

Sementara itu, Kasi PMD Kecamatan Karangjaya, Tuti Sursilah. S.sos., mengatakan bahwa untuk ketahanan pangan semua desa sudah mengajukan, diantaranya Desa Sirnajaya dan Desa Karangjaya untuk pengemukan sapi, dua desa lainnya ternak domba.

Nilainya bervariasi, masing-masing pengajuan senilai 20 persen dari Dana Desa, mulai dari Desa Sirnajaya sebesar Rp.190 juta, Karangjaya Rp. 160 juta, Karanglayung Rp. 172 juta dan Citalahab Rp 152 juta.

Kamudian, ia menerangkan, masing-masing desa telah diberikan pelatihan dari dinas terkait mengenai cara pembuatan pakan. Sementara untuk desa yang lainnya sedang memproses pembuatan kandang.

"Anggaran itu bukan hanya untuk hewan saja, tapi ada juga untuk pakannya seperti kosentrat juga pemeliharaan kesehatannya,” tambahn Asep.

Asep mengharapkan, program ketahanan pangan tersebut dapat membantu perekonomian warga sekitar secara berkesinambungan.

“Program ini jangan hanya sampai ini saja, tapi harus berkelanjutan,” tandasnya.