Jarang Diketahui, di Ciamis Dulu ada Komisi Sejarah Galuh, Sekarang Kemana?

Pemerintahan Kabupaten Ciamis pernah menjadi tempat berdirinya Kerajaan Galuh sebelum namanya kemudian berubah menjadi Ciamis itu sebabnya ada Komisi Sejarah Galuh.

Jarang Diketahui, di Ciamis Dulu ada Komisi Sejarah Galuh, Sekarang Kemana?

CIAMIS, INILAHTASIK.COM | Komisi Sejarah Galuh, adalah suatu komisi di pemerintahan Kabupaten Ciamis yang tugasnya adalah mencatat perkembangan sejarah Galuh serta mencatat dan memberikan legalitas keturunan raja Prabu Siliwangi. 

Keberadaan Komisi Sejarah Galuh masih terlihat existensinya sampai pada tahun 1955. Namun, Entah mulai kapan keberadaannya atau kapan dihapuskannya komisi ini tidak ada yang mengetahui. Sekalipun itu dibagian sejarah Kabupaten Ciamis. 

Kenapa Komisi sejarah Galuh berada di Ciamis? Seperti yang disebutkan dalam makalah Mumuh Muhsin.Z., Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjajaran tahun 2012 menyatakan bahwa pemerintahan Kabupaten Ciamis, pernah menjadi tempat berdirinya kerajaan Galuh sebelum namanya kemudian berubah menjadi Ciamis.

Pemilik buku silsilah keturunan galuh menceritakan bahwa setiap ada anak yang lahir dari Keturunan Prabu Siliwangi dicatat dan di stempel Komisi Sejarah Galuh.

"Bapak, Kakek saya menceritakan bahwa setiap anak yang lahir di laporkan ke komisi Sejarah Galuh untuk di tuliskan di buku silsilah dan di stempel yang artinya penulisan di buku silsilah itu jadi sah" ungkap Rizal.

Ia menjelaskan sisilahnya sebagai salah satu garis keturunan Prabu Siliwangi, dari garis keturunan ibunya. 

"Ibu saya masih keturunan Prabu Siliwangi, ia lahir dan besar di Cisayong, Tasik. asli Tasik. Walaupun kakek saya tinggal di Tasik, tapi tetap melaporkan kelahiran setiap anaknya ke Komisi sejarah Galuh, Ciamis," ungkap Rizal.

Namun sayangnya komisi Sejarah Galuh kini sudah di hapus di pemerintahan Kabupaten Ciamis, karena itu pula keberadaan kerajaan Sunda Pajajaran, Sejarah besar kerajaan Sunda, menjadi simpang siur dan cenderung hanya menjadi cerita fiksi.

Dihapusnya Komisi Sejarah Galuh adalah bukti adanya dilema di Kabupaten Ciamis, hususnya para tetinggi pemegang kebijaksanaan. Mereka sangat mengagungkan Galuh tapi disisi lain kurang menjaga marwah Galuh itu sendiri.

Sebenarnya tidak sulit untuk menyusun sejarah galuh, sekarang ini masih ada terlihat keturunannya, tapi entahlah beberapa tahun kedepan silsilahnya akan hilang termakan jaman.

"Di keluarga saya secara turun temurun diceritakan tentang tata tertib keluarga, cerita tentang apa yang boleh di lakukan dan tidak boleh dilakunan, seperti ketika bertemu harimau, pantangan dari makanan, pantangan memelihara salah satu hewan piaraan dan banyak lagi. Pernah salah satu keluarga melanggar pantangan secara tidak sengaja, tetap saja kena akibatnya yaitu seluruh kulit badannya melepuh seperti kena exim. Setelah di sareatkan sembuh tanpa minum obat," tutup Rizal.
 
Rizal selaku salah satu keturunan mengharapkan pemerintah Kabupaten Ciamis bisa membentuk kembali Komisi Sejarah Galuh agar marwah Galuh tetap terjaga selamanya.*