Banjir dan Longsor Landa Wilayah Tasik Selatan

Peristiwa banjir di wilayah Tasikmalaya Selatan terjadi diduga akibat keterlambatan membuka pintu air bendungan Padawaras

Banjir dan Longsor Landa Wilayah Tasik Selatan
Proses evakuasi bancana banjir dan longsor di wilayah Tasikmalaya Selatan

KAB. TASIK, INILAHTASIK.COM | Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Tasikmalaya bagian selatan selama dua hari berturut, Minggu (12/09), dan Senin 13 September 2021 mengakibatkan banjir dan longsor di wilayah tersebut.

Musibah banjir sedikitnya melanda tiga kecamatan, yakni Cipatujah, Bantarkalong, dan Karangnunggal. Sementara, bencana longsor terjadi di dua kecamatan Culamega dan Cibalong.

Akibatnya, puluhan rumah warga terendam air luapan sungai Cilangla, dan ratusan warga terpaksa harus diungsikan, karena rumahnya terendam air, sebagian warga ada yang memilih bertahan di rumah. Ketinggian air berkisar 20 sentimeter, hingga satu meter.

Wakil Ketua BPD Desa Karangnunggal, Redi menuturkan, air mulai menggenangi pemukiman warga pada Senin dini hari, puluhan rumah warga di perumahan Duta Karang Residen terendam banjir. Ia menyebut, peristiwa ini sudah terjadi sejak tiga tahun terakhir.

"Tiga tahun terakhir pemukiman warga di sini kerap dilanda banjir, 2019, 2020, dan sekarang," tuturnya.

Sedikitnya, 14 unit rumah warga di perum Duta Karang terendam air. Selain itu, ada beberapa rumah warga lainnya di Kedusunan Karangnunggal, tepatnya dibelakang MM, sebanyak 8 kepala keluarga 22 jiwa, dan dibelakang radio Sukapura kurang lebih 10 KK, yang juga terdampak banjir.

Peristiwa banjir ini terjadi diduga akibat keterlambatan membuka pintu air bendungan Padawaras.

“Untuk itu, kami berharap kepada pemerintah dapat segera mengambil tindakan, memberikan solusi atas kondisi ini, dengan memelihara bendungan Padawaras,” ucapnya.

Sementara, Ketua Forum Komunikasi Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya mengatakan, selain banjir, bencana longsor juga terjadi di wilayah Tasik Selatan, salah satunya di Jalan Situ Babakan Kecamatan Culamega.

Hujan deras yang mengguyur selama dua hari mengakibat sebuah tebing setinggi 50 meter di jalur tersebut longsor, dan menutup badan jalan. Tebal material longsoran sekitar 4 meter, panjang 200 meter. Akibatnya, akses lalu lintas warga dari kedua arah terputus.

Selain menutup badan jalan, material longsoran juga menimbun sejumlah sawah dan perkebunan milik warga. Saat ini, tim dari Tagana sudah diterjunkan ke lapangan guna membantu mengevakuasi material longsoran.