Kisah Inspiratif Petugas PJU, Berikan Penerangan Untuk Keselamatan

Seluk beluk tim perbaikan PJU yang telah di jalani selama  10 tahun lebih, tidaklah mudah,  dia pernah nginap sampai beberapa hari di lapangan

Kisah Inspiratif Petugas PJU, Berikan Penerangan Untuk Keselamatan

CIAMIS, INILAHTASIK.COM | Lampu jalan kerap menggunakan istilah Penerangan Jalan Umum atau PJU dalam penyebutannya. Mereka sering ditemukan di berbagai sudut jalan untuk menerangi daerah di sekitarnya. Kehadirannya pun sangat membantu pengguna jalan ketika malam hari.

Lampu jalan atau dikenal juga sebagai Penerangan Jalan Umum (PJU) merupakan lampu yang digunakan untuk penerangan jalan dimalam hari sehingga mempermudah pengguna jalan melihat dengan lebih jelas jalan yang akan dilalui pada malam hari, sehingga dapat meningkatkan keselamatan lalu lintas dan keamanan.

Di jalan lingkungan, lampu LED yang digunakan maksimal 25 watt, sementara di jalan protokol bisa mencapai 200 watt. Dengan ketinggian lampu dari tanah antara 7 sampai 9 meter

PJU sendiri terbagi menjadi dua, yakni PJU milik pemerintah dan PJU bukan milik pemerintah (berada di kawasan industri). Oleh karena itu, setiap bulannya pemilik PJU bertanggung jawab membayar rekening listrik kepada PLN.

Di Ciamis tim lapangan perawatan dan perbaikan Lampu PJU yang berjumlah 3 orang, di ketuai oleh pak Ratno. Yang sudah malang melintang di pekerjaannya yaitu perbaikan lampu PJU yang lebih dari 10 tahun.

Wilayah kerjanya se-kabupaten Ciamis, dari kota Ciamis sampai pelosok dusun dusun. Sehari bisa menerima order sebanyak 15 permintaan, adapun jumlah tim kerjanya hanya bertiga, dengan menggunakan mobil oprsional jenni yang hanya 1 unit.

"Kami cuma punya mobil operasional ada dua satu mobil truk engkel jenni, satu lagi mobil jenis Pick up," Ujar ratno.

Ratno dengan Timnya, tidak hanya bekerja pada siang hari. Malam hari pun harus siap tempur, apalagi kalau lampu sekitar pusat kota ada yang padam, pada saat tengah malam pun harus di perbaiki.

"Kalau lampu di sekitar pusat kota mati, mau tidak mau harus di perbaiki segera walaupun tengah malam," jelas Ratno.

Seluk beluk tim perbaikan PJU yang telah di jalani selama  10 tahun lebih, tidaklah mudah,  dia pernah nginap sampai beberapa hari di lapangan,  karena letak PJU di gang, harus naik tiang secara manual.

Walaupun jam kerja yang tidak menentu, Ratno tetap enjoy dengan pekerjaannya. 

"Penerangan jalankan sangat erat hubungannya dengan keselamatan dan keamanan orang banyak, karena itu semua aktivitas kerja saya lakukan dengan iklas. Karena niat iklas itulah jadi pekerjaan seberat apapun akan terasa ringan," pungkas Ratno.