Open Bidding Pemkot Tasik Sepi Peminat?

Sampai Senin kemarin belum ada satu pun yang mendaftar untuk mengikuti lelang jabatan tersebut. Bahkan, sejumlah pejabat eselon III mengaku tidak mengetahui adanya open bidding.

Open Bidding Pemkot Tasik Sepi Peminat?
Bale Kota Tasikmalaya | dok

KOTA TASIK, INILAHTASIK.COM | Hingga hari kelima pendaftaran open bidding di lingkungan Pemkot Tasikmalaya dari tanggal 16 sampai 22 Juni masih sepi peminat.

Kabarnya, sampai Senin 20 Juni kemarin, belum ada satu pun yang mendaftar untuk mengikuti lelang jabatan tersebut. Bahkan, sejumlah pejabat eselon III mengaku tidak mengetahui adanya open bidding.

Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, H. Ivan Dicksan Hasanudin menegaskan bahwa sampai saat ini pihaknya masih menunggu peserta yang mendaftar untuk mengikuti lelang jabatan eselon II.

"Kita akan tunggu sampai besok, dan besok atau Rabu (22/06) Panitia Seleksi akan mengadakan rapat. Kita akan lihat berkas yang masuk, apakah memenuhi syarat administrasi atau tidak," kata Ivan usai menghadiri launching dan sarasehan sponsor Tasik Marathon, di Aula Bale Kota, Selasa 21 Juni 2022.

Menurutnya, peserta yang memenuhi syarat administrasi, lolos ke tahap berikutnya dan bakal diumumkan pada hari Rabu 23 Juni, lalu akan dilanjutkan dengan asesment. Sekda mengaku, belum mengecek lagi jumlah peserta yang sudah mendaftar.

“Kalau hari kemarin belum ada peserta yang mendaftar. Mungkin mereka sedang mengurus persyaratan administrasinya, karena harus ada persetujuan dari kepala daerah (pejabat pembina kepegawaian)," ucapnya.

Sekda berharap pesertanya memadai, sehingga pelaksanaan open bidding bisa berjalan sesuai dengan rencana. Jika sampai batas waktu pendaftaran masih belum ada yang memadai, maka waktu pendaftaran akan diperpanjang.

"Buat pansel, kalau ada pesertanya, kemudian memenuhi syarat, ya Alhamdulillah kita jalan. Tapi kalau masih belum ada, ya kita tunggu aja. Kita sih berharap hasil open bidding ini awal Juli itu sudah bisa disampaikan ke KASN, sehingga pertengahan Juli itu pejabat yang baru sudah bisa dilantik," tandasnya.

Sementara itu, Sektretaris Komisi I, Anang Safaat dimintai tanggapannya Selasa 21 Juni 2022 mengatakan, sepinya peminat dalam open bidding kali ini lantaran sejumlah posisi yang dilelangkan dinilai tak menarik.

Ia menyebut, sebelumnya Komisi I  sudah memberikan masukan kepada Pemkot tentang posisi jabatan mana saja yang harus dilelangkan, agar diisi oleh pejabat yang benar-benar kompeten. Anang mencontohkan, seperti halnya Bappelitbangda.

Ia pun menduga banyaknya kepentingan politik dibalik kebijakan rotasi mutasi yang dilakukan Pemkot, sehingga mengesampingkan kebutuhan.

Anang menegaskan, untuk saat ini pihaknya tidak akan banyak berkomentar, karena dari awal bahkan jauh hari sudah disampaikannya kalua yang di-openbidding-kan posisi staf ahli dan asisten, diyakininya bakal sepi peminat.

“Bagaimana pun tidak akan ada yang mau mengisi posisi tersebut. Jabatan Staf Ahli itu harus dipaksa atau ditunjuk oleh wali kota. Kecuali pejabat eselon III D yang sudah mentok. Jadi asal naik eselon dulu. Kita akan lihat dulu sampai akhir waktu pendaftaran, kalau masih belum ada yang mendaftar juga, kita akan panggil lagi pihak BKPSDM untuk membahas ini," tandasnya.