Hari Krida Pertanian ke-49 di Kecamatan Kawali Meriah

Hari Krida Pertanian dihadiri oleh 11 desa dan beberapa pengiat ekonomi yang memamerkan produk andalan masing masing

Hari Krida Pertanian ke-49 di Kecamatan Kawali Meriah

CIAMIS, INILAHTASIK.COM | Hari Krida Pertanian (HKP) ke-49 yang digelar di Kecamatan Kawali cukup meriah. Pelaksanaan dilaksanakan di halaman Kecamatan Kawali pada Sabtu 2 dan Minggu 3 Oktober 2021. 

HKP dihadiri oleh 11 desa dan beberapa pengiat ekonomi yang memamerkan produk andalan masing masing. Seperti desa Lingga pura memamerkam Madu, Desa Winduraja memamerkan ternak Puyuh, Desa Karang Pawitan memamerkan aneka bibit unggul tanaman buah buahan. Begitu juga desa lainnya

Selain kegiatan pameran pertanian, pada kegiatan HKP juga di adakan lomba tumpeng tiap desa, pada malam minggunya ada hiburan dengan menampilkan group remaja kawih sunda juara jawa barat tingkat SMA dan comedian group kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA).

Hari Krida Pertanian HKP yang ke 49, yang seharusnya diadakan pada bulan Juni  atau Juli, karena situasi pandemi covid 19 pelaksanaanya di undur tanggal 2 Oktober 2021. Adapun tempat pelaksanaanya di adakan pada tiap kecamatan.

Acara memperingati HKP merupakan acara rutin yang di agendakan kabupaten ciamis, setiap tahunnya. Biasanya peringatan HKP di pusatkan se-kabupaten.

Panitia penyelenggara H.Awan Sp mengatakan, dalam pelaksanaan acara HKP, pihak Kabupaten memberikan dana stimulan kepada masing masing kecamatan.

"Dalam pelaksanaan acara HKP masing masing daerah tehniknya berbeda sesuai dengan kemampuan biaya masing-masing." Ujar H. Awan Sp.

Nilai tambah dalam HKP di Kecamatan Kawali, lanjut H. Awan, adalah dengan disiapkan penjaga stand yang memang mengerti tentang barang yang di pamerkannya, dan dapat menjelaskan produk yang di pamerkan kepada pengunjung.

"Dengan adanya pameran HKP ini diharapkan : 1. pengunjung pameran HKP,  tidak sebatas shopping tapi juga menambah ilmu, bisa bertanya secara detil tentang produksi yang di pamerkan di setiap stand, bagai mana cara menanam, merawat, memupuk dsb. 2. Menggali potensi pertanian di desa masing masing 3. Memotivasi genetasi muda untuk bertani," pungkas Awan.**

Baca juga: Guna Rawat Situs, Kuncen Keramat Jangraga Jual tanah Pribadi