Guna Rawat Situs, Kuncen  Keramat Jangraga Jual tanah Pribadi

Situs Jangraga adalah tokoh penting pada masanya dalam pemerintahan Sunda Padjadjaran dan perkembangan penyebaran Agama Islam di Jawa Barat

Guna Rawat Situs, Kuncen  Keramat Jangraga Jual tanah Pribadi

CIAMIS, INILAHTASIK.COM | Makam keramat Jangraga merupakan situs bersejarah yang erat hubungannya dengan kerajaan Sunda Padjadjaran. Makam tersebut terletak di Desa Selacai Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis.

Cerita turun temurun dari masyarakat sekitar dan cerita kuncen sebelumnya bahwa situs Jangraga adalah tokoh penting pada masanya dalam pemerintahan Sunda Padjadjaran dan perkembangan penyebaran Agama Islam di Jawa Barat.  

Kuncen Makam Keramat Jangraga, Engkus Kusdiana, menyampaikan bahwa perawatan dan pemugaran selama ini dilakukannya dengan menggunakan biaya sendiri. Bahkan, ia rela menjual tanah pribadi karena cintanya guna memuliakan leluhur Sunda.

“Biaya yang dikeluarkan untuk perawatan dan pemugaran, yaitu hasil dari situs 25%, sumbangan para peziarah 25% dan dana pribadi 50%,” terangnya.

Adapun yang sudah dilaksanakan, katanya, pembangunan pagar di sekitar makam Jangraga, Jalan masuk, pembuatan saung, pelataran di sekitar makam, gerbang masuk, saluran air di pinggir jalan, serta pondasi untuk lapangan parkir.

Menurut Engkus, para peziarah yang datang tidak hanya penduduk sekitar saja, namun dari luar kota pun banyak yang berkunjung ke Makam Jangraga. Seperti, Bogor, Bekasi, Cirebon, bahkan dari luar Jawa, yaitu Kalimantan.

“Dalam satu minggu, para peziarah yang datang ke sini rata-rata 20 orang,” katanya.

Ia pun menyampaikan ada beberapa tempat lagi yang harus dibangun, seperti pengadaan air bersih, toilet, sarana parkir, kirmir penahan longsor,  serta penerangan.

Engkus sangat menyayangkan kepada pihak pemerintah setempat tidak ada perhatiannya. Menurutnya, situs karuhun itu perlu dirawat karena merupakan simbol jati diri orang sunda.

Saat ditanya inilahtasik soal besaran gaji setiap bulannya, Engkus hanya bisa tertawa lebar. “Tanya saja pada rumput yang bergoyang,” pungkasnya.**

Baca juga: Astana Gede Kawali Ciamis Kini Sudah Bisa Dikunjungi