Cerita Mistis Dibalik Indahnya Situ Wangi Kawali Ciamis

Cerita Mistis Dibalik Indahnya Situ Wangi Kawali Ciamis

CIAMIS, INILAHTASIK.COM | Situ Wangi di Desa Winduraja, Kawali Kabupaten Ciamis kini menjadi primadona bagi para wisatawan.  Bagimana tidak, Situ Wangi menyuguhkan panorama alam yang  indah dengan kualitas air yang masih jernih.
Fasilitias  menuju lokasipun juga sudah dibenahi, mulai dari jalan yang sudah  hotmix dan lokasi parkir yang cukup luas yang bisa menampung sedikitnya 30 mobil.

Situ Wangi bukan jenis situ alami seperti Situ Lengkong di Panjalu, melainkan situ buatan manusia. Luas keseluruhan Situ Wangi dulunya mencapai puluhan hektar, Namun, seiring berjalannya waktu, kini luas lahan Situ Wangi hanya tersisa 3 hektar saja. 

Pemprov Jabar mencanangkan penataan obyek wisata Situ Wangi Ciamis di Desa Winduraja, Kecamatan Kawali di tahun 2021. Anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 15 miliar.

Pencanangan program itu bersamaan dengan peringatan Hari Air Dunia ke-29 di Provinsi Jabar pada pertengahan maret 2021 lalu.

Dibalik Indahnya Situ Wangi ternyata menyimpan cerita misteri yang menjadi mitos dan beredar di masyarakat sekitar.
Seorang pengurus Situ Wangi Iyus menceritakan tentang awal mula Situ Wangi kepada Inilahtasik.com pada Jumat 20 Agustus 2021.

Cerita tersebut berawal dari datangnya seorang utusan yang bernama Syeh Arifudin pada tahun 1818, ia diutus oleh kesultanan Cirebon yakni Syeh Syarief Hidayatullah (Sunan Gunung Jati).

Syeh Arifudin kemudian terkenal dengan Julukan Imam Feqih, julukan itu di berikan masyarakat karena kepintarannya tentang ilmu Fiqih.

Pada saat itu, Imam Feqih Mengusulkan kepada Bupati Ciamis Raden Aria Kusumadiningrat, untuk membendung sungai Cipadaren. Tujuannya adalah untuk menyejahterakan para petani agar sawah dan kebunnya mudah mendapatkan air guna meningkatkan hasil pertaniannya dan Bupatipun menyetujuinya.

Kemudian Imam Feqih yang dibantu oleh keturunan Pangeran Borosngora dari Panjalu dan pengawalnya Eyang Suba membendung sungai Cipadaren di sekitaran Cihayam. 

Situ pun akhirnya terbentuk dan diberi nama Situ Kembang. Namun, setelah jaman kemerdekaan, nama situ diubah menjadi Situ Wangi, hal itu dilakukan untuk mengabadikan nama istri Bupati Ciamis, Raden Aria Kusumadiningrat yang bernama Sri Wangi.

Menurut Iyus, banyak cerita mitos yang berkemang dimasyarakat, seperti kalau mau mancing agar dapat ikannya harus hadiah al fatihah ke eyang Suba.

“ Kalo mancing harus baca alfatihah buat eyang Suba yang memeliharanya ikannya, karena kadang ikan yang ada di Situ Wangi di pindahkan ke Situ Panjalu secara gaib,” ucap Iyus.

Lajut Iyus bercerita “Ikan ikan yang ada di Situ wangi di jaga oleh Sirawing dan si Kohkol, jenis ikan juga suruhan Eyang Suba. Kalau Sirawing sejenis ikan bentuknya seperti ikan gurame tapi dagingnya sudah tinggal separuhnya jadi tulangnya kelihatan. Kalau siKohkol ikan berbentuk bulat besar sejenis ikan gabus atau lele, di badannya menyimpan air.jadi ketika Sirawing ke Pasir Reungit untuk sesembah ke karuhun, siKohkol yang membuatkan jalan dan mengairi jalan agar bisa di lalui si Rawing,” ungkapnya.

Dulu di Pasir Reungit ada patung macan berbadan manusia, dan oleh penduduk sekitar sangat di keramatkan, Namun sekitar tahun 1985 patung itu hilang entah kemana.

Ada tata tertib yang harus diperhatikan para pengunjung saat berada di area situ Wangi, yakni harus jaga kesopanan, tidak berkata kasar dab tidak merusak Lingkungan dan larangan berenang bagi wanita yang sedang berhalangan atau menstruasi.

Iyus menambahkan, Situ Wangi di jaga oleh 5 jin,yakni  4 jin perempuan dan 1 jin laki laki, karna itu air Situ Wangi tidak pernah kering walau musim kemarau panjang.

“Sesuai yang di janjikan karuhun, yaitu Situ Wangi cuma bisa memberikan air, tidak memberikan ikannya. Artinya kalau airnya silahkan di pakai untuk kesejahtraan masyarakat tapi ikannya tidak boleh di pancing atau di ambil. Kenyataanya memang begitu susah untuk mendapatkan ikan di situ Wangi,” pungkas Iyus, yang juga kini menjabat sebagai Tenaga Teknis Lapangan PSDA Citanduy.**

Baca juga : Misteri Makam Keramat Jafar Sidik Kawali