Cara Sukses Bisnis Ternak Ayam Kampung

Cara Sukses Bisnis Ternak Ayam Kampung

INILAHTASIK.COM |  Biarpun penikmat kuliner dari ayam kampung tidak sebanyak dari ayam negeri, bukan berarti terjud di bisnis ternak ayam tersebut tidak menggiurkan. Bahkan, ada beragam keunggulan bisnis dan potensi keuntungan berlimpah yang hanya bisa dirasakan peternak ayam kampung. Penasaran? Langsung saja, simak kelebihan berbisnis ternak ayam kampung dan cara memulainya berikut ini.

  1. Kelebihan Beternak Ayam Kampung Ketimbang Ayam Negeri
  2. Persaingan yang Tidak Ketat
  3. Harga Jual yang Tinggi
  4. Pemeliharaannya yang Mudah
  5. Bergizi Tinggi

Strategi Awal Berbisnis Ayam Kampung
Sama halnya dengan membuka bisnis di bidang lainnya, bisnis ayam kampung juga memerlukan modal yang harus disiapkan. Namun, tak perlu takut, modal yang dibutuhkan untuk memulai bisnis ini terbilang tidak besar ketimbang membuka bisnis kebanyakan. Untuk bisa balik modalnya pun juga cukup cepat, tergantung dari strategi memulainya.

Nah, untuk membuka bisnis ayam kampung, ada beberapa hal penting yang harus disiapkan. Yang pasti, karena masih awal, ada dua jenis kebutuhan yang harus dipenuhi oleh pebisnis ayam kampung, yakni biaya operasional dan biaya modal awal. Untuk lebih jelasnya, simak uraiannya berikut ini:

  • Biaya membeli/menyewa kandang: 3.000.000 Rupiah.
  • Tempat makan dan minum: 600.000 Rupiah.
  • Alat pemanas: 800.000 Rupiah.
  • Terpal: 400.000 Rupiah.
  • Bibit unggul: 8000 x 550 ekor = 4.400.000 Rupiah.
  • Pakan ayam: 6.000.000 Rupiah.
  • Obat/vitamin: 300.000 Rupiah.
  • Kebutuhan lain-lain: 1.000.000 Rupiah.
  • Total modal yang dibutuhkan untuk memulai bisnis ayam kampung: 16.500.000 Rupiah.

Total biaya operasional = total modal - harga bibit unggul. Dengan perhitungan sebagai berikut: 16.500.000 - 4.400.000 = 12.100.000 Rupiah.
Tentunya, uraian modal yang dibutuhkan untuk memulai bisnis ayam ternak di atas hanya berupa prakiraan saja. Bisa jadi, biaya tersebut menjadi lebih besar atau kecil saat memulai bisnis sesungguhnya. Untuk itu, agar kebutuhan modal tidak membengkak, usahakan untuk melakukan riset harga di pasaran terlebih dahulu.

Nah, sekarang mulai perhitungan keuntungan bisnis ayam ternak saat masa panen tiba. Biasanya, masa panen ayam kampung adalah 2 sampai 3 bulan setelah membeli bibitnya. Dengan jumlah ayam 550 ekor dan sebut saja risiko kematiannya adalah 50 ekor, maka dengan harga jual ayam kampung 80 ribu per ekornya, didapat perhitungan seperti ini.

Jumlah ayam yang berhasil dipanen: 500 x 80.000=40.000.000 Rupiah.
Keuntungan bersih: 40.000.000 – 12.100.000= 27.900.000 Rupiah.
Keuntungan per bulan: 27.900.000 / 3 bulan= 9 jutaan.

Berdasarkan perhitungan tersebut, bisa dipastikan jika bisnis ayam kampung dapat mengembalikan modal yang telah dikeluarkan hanya dalam waktu kurang dari dua bulan saja. Dalam kata lain, sejak masa panen pertama, pebisnis telah dapat menikmati kembali dana yang telah dijadikan modal sekaligus keuntungannya. Jadi, bisa dibayangkan bukan mudahnya menjadi pebisnis ayam kampung?**

Baca juga:  Tips Memulai Bisnis Pakaian dengan Modal Kecil