Budidaya Ikan Lele Masih Bertahan di Masa Pandemi

Pandemi Covid-19 yang melanda memang mempengaruhi omzet budidaya lele miliknya, namun Agus masih bertahan karena masih ada pelanggan setia, meskipun kuantitasnya tidak banyak.

Budidaya Ikan Lele Masih Bertahan di Masa Pandemi

KAB. TASIK, INILAHTASIK.COM | Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang sering dijumpai dan merupakan salah satu menu makanan favorit masyarakat Indonesia termasuk di Tasikmalaya.  

Tak jarang budidaya ikan lele banyak dilakukan oleh masyarakat karena kemudahan dalam budidayanya. Bahkan banyak sekali orang yang memilih budidaya lele menjadi usaha sampingan untuk pemasukan tambahan atau sebagai penghasilan tetap hingga mampu menjadi pengusaha budidaya lele yang cukup sukses. Seperti salah satunya usaha Lele Sangkuriang milik Agus Gunawan.

Kegemaran masyarakat Indonesia mengkonsumsi ikan Lele membuat kebutuhan ikan lele semakin meningkat di pasaran. Hal ini yang menjadikan Agus Gunawan untuk mengambil peluang budidaya ikan lele. Agus merintis usaha ikan lele di Kp. Sukamahi, Desa Sukapancar, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya. Hingga saat ini, Agus mampu meraup omzet jutaan rupiah per bulan dari usaha budidaya ikan lele sangkuriang miliknya.

Ia memulai bisnis budidaya ikan lele sangkuringan pada tahun 2000. Sedangkan untuk bibit lele ia dapatkan dari Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Kabupaten Tasikmalaya. Kata Agus kepada Inilahtasik.com.

"Alhamdullilah merintis usaha budidaya ikan lele ini sejak tahun 2000 hingga sekarang, bibitnya dari BBPBAT, perpaket isinya 15 bibit, campur jantan dan betina," ucapnya.

Soal pemasaran, Agus menyebut kini sudah memiliki pelanggan sendiri, sehingga para pembeli langsung datang ke tempatnya.

"Awalnya memang sering dikirim keluar kota seperti Bandung, Majalengka, Ciamis, memang banyak yang pesan, tapi sekarang sudah yang banyak datang juga kesini dan sudah menjadi pelanggan tetap," katanya.

Pandemi Covid-19 yang melanda memang mempengaruhi omzet budidaya lele miliknya, namun Agus masih bertahan karena masih ada pelanggan setia, meskipun kuantitasnya tidak banyak.

"Pandemi sangat berperangaruh sekali, sebelum covid-19 biasanya lele beberapa hari sudah habis, bahkan perhari bisa lima ribu ekor habis, tapi kini sudah seminggu masih banyak, bisa bertahan karena memang masih ada yang beli meskipun tidak banyak," jelasnya.

Agus menjelaskan bahwa budidaya ikan lele miliknya tersebut merupakan Unit Pembenihan Rakyat (UPR) sehingga ia hanya menjual bibitnya saja.

"Kita budidaya ikan lele jenisnya UPR, jual benihnya saja tidak dijual untuk konsumsi, dari ukuran satu dua, dua tiga, tiga empat, empat lima, lima enam, hingga tujuh sembilan dan kita jual satuan, harganya berdasarkan ukuran dari mulai 100 hingga 500 rupiah per ekor," tambahnya.

Ia berharap masyarakat bisa ikut aktif dalam budidaya terutama pemuda yang akan meneruskan perjuangan untuk kemajuan bersama dan masyarakat desa.

"Mudah-mudahan karena banyak pemuda, apalagi ketua pemuda sudah diaktifkan untuk pembudidaya ikan lele dan ikan koi, dan ada yang sudah mulai memiki kolam juga, pemuda adalah harapan bangsa, kita hanya menggerakan mereka supaya bisa menjadi penerus kita nantinya," pungkas Agus.**

Baca juga: Lesehan Asep Lele, Rumah Makan Nuansa Alam dan Kebun Bunga