Soal Pengangkatan Pegawai RSUD Akhir Tahun Lalu, dr Budi Mengaku Tak Tahu 

Pengangkatan 30 pegawai di akhir tahun lalu, belum melihat fakta yang sebenarnya seperti apa

Soal Pengangkatan Pegawai RSUD Akhir Tahun Lalu, dr Budi Mengaku Tak Tahu 

KOTA TASIK, INILAHTASIK.COM | Ihwal pengangkatan 30 pegawai tetap RSUD dr Soekardjo akhir tahun lalu, Direktur Utama RSUD dr H Budi Tirmadi mengaku tak tahu detail soal pengangakatan puluhan pegawai tersebut. Ia menyebut, itu diluar kewenangannya saat masih menjabat Wakil Direktur Pelayanan.

Hal itu dikatannya, disela-sela kegiatan wawancara calon Dewan Pengawas RSUD dr Soekardjo di aula BPKSDM, Jumat 14 Januari 2022.

dr. Budi mengungkapkan, terkait dengan pengangkatan 30 pegawai di akhir tahun lalu, ia belum melihat fakta yang sebenarnya seperti apa. 30 pegawai itu, kapan pengangkatannya, siapa, dan apa saja yang diangkat. 

"Saya harus lihat dulu datanya seperti apa, karena saat itu diluar kewenangan saya sebagai Wadir Pelayanan," ucapnya.

Pengangkatan diakhir tahun lalu itu, katanya, memang ada, cuma satu yang diusulkan saat itu, yakni dokter spesialis Ortopedi, karena ini sangat dibutuhkan, mengingat di RSUD dokter Ortopedi baru ada satu.

"Kebetulan saat itu ada dokter ortopedi yang melamar ke RSUD, ya kita terima, karena kita memang butuh. Diluar itu, yang 29 ini harus saya lihat dulu datanya seperti apa, karena saya sendiri belum tahu," terangnya.

Disoal pengangakatan pegawai tanpa ada komunikasi dengan Pemkot, Budi menilai, mestinya harus ada, minimal koordinasi, meskipun RSUD memiliki kewenangan sendiri dalam pengangkatan pegawai sesuai kemampuan dan kebutuhan. 

"Tapi menurut saya, pelaporan tetap harus ada. Dan sebaiknya, ada mekanisme seleksi, agar kita mendapatkan SDM yang berkualitas, kompeten, dan sesuai kebutuhan," ujarnya.

Lebih lanjut, dr Budi mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah melakukan analisa jabatan dan analisa beban kerja, diperkirakan hasil analisis rekanan yang kita tunjuk untuk melakukan analisa selesai awal bulan Februari nanti. 

"Hasil analisis ini, nantinya akan menjadi pedoman kita, terkait kebutuhan riil SDM di rumah sakit," tuturnya.

Ia menyebut, hasil dari analisa Anjab ABK ini akan kita sampaikan ke pak wali, dan pak sekda. Kita juga tentunya harus bijak, artinya tidak semata-mata ini harus dipangkas, dan tentunya itu sangat memberatkan. 

"Kita juga akan bersikap bijak, nanti kita minta saran dari Pemkot seperti apa. Intinya ada solusi terbaik," tandasnya.