Sial, Mobil Rusak Tertimpa Rumah Ambruk

Sial, Mobil Rusak Tertimpa Rumah Ambruk

KOTA TASIK, INILAHTASIK.COM | Rumah tua dua lantai yang dihuni Agus (55) warga Kampung Gunung Geulis RT 01 /01 Kelurahan Indihiang Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya, ambruk pada Minggu 21 November 2021 sekitar pukul 10.00 WIB.

Bangunan ini ambruk menimpa satu unit mobil Honda Brio D 1736 VBX hingga mengalami kerusakan atap dan kaca mobil pecah. 

Padahal, saat itu tidak ada hujan, cuaca pun cerah dan tidak ada angin. Sehingga, kejadian tersebut mengagetkan warga setempat. 

Agus Suryana, penghuni rumah, menyampaikan bahwa rumah yang ditempatinya itu memang sudah rusak. Ia berkali-kali menyampaikan kepada pemilik rumah untuk segera diperbaiki. 

"Rumah ini punya Asep Suryadi. Ia tinggal di Sidoarjo. Saya hanya menempati saja," ucapnya.

Ia mengaku pernah beberapa kali menyampaikan kondisi rumah yang berbahaya bagi penghuni dan tetangga. Namun pemilik bersikeras menunggu dijual dengan harga yang pantas. 

Kini, rumah tersebut ambruk dan menimpa rumah dan mobil tetangga. Sejumlah material bangunan merusak beberapa rumah lainnya. 

"Kejadian ini sudah disampaikan ke yang punya. Sudah difotokan juga. Tapi tidak ada tanggapan," katanya. 

Kendati bukan bencana alam, ambruknya rumah itu mendapatkan respon dari Siaga Bencana Persis, BPBD, Damkar dan Karang taruna yang membantu proses evakuasi juga membersihkan material bangunan. 

Meski tidak ada korban jiwa, kejadian ini membuat panik Hj.Sulaeha sekeluarga yang rumahnya terdampak ambruknya bangunan tersebut. Mobil mulus menjadi rusak tak berbentuk akibat tertimpa reruntuhan. 

Salah seorang warga setempat, Deden (35) menegaskan, bangunan itu seharusnya diperhatikan oleh sang pemilik karena dengan dibiarkan tidak terurus bisa membahayakan warga lain.

Menurutnya, pemilik rumah itu telah lalai karena rumah yang berdiri dua lantai tersebut tidak memakai pondasi. Tidak ada coran dan semen.
 
Sementara, Koordinator Siaga Bencana Persis Kecamatan Indihiang, Taufik Hilmi mengatakan, pihaknya menurunkan tim sebanyak 10 orang.
Ia pun membenarkan kejadian ini tidak ada kaitan dengan bencana lantaran terjadi akibat material bangunan sudah lapuk.

Pihaknya juga belum menghitung jumlah kerugian yang dialami pemilik termasuk warga yang terdampak ambruknya rumah tersebut.