Satgas PPKM Kota Tasik Bubarkan Pesta Pernikahan

Satgas PPKM Kota Tasik Bubarkan Pesta Pernikahan

KOTA TASIK, INILAHTASIK.COM | Satgas PPKM Kota Tasikmalaya membubarkan pesta pernikahan warga yang digelar di sebuah gedung di wilayah Kecamatan Bungursari lantaran tidak mengantongin izin resmi dari pemerintah, Kamis 29 Juli 2021.

Akibatnya, pesta pernikahan batal dilaksanakan, semua tamu undangan pun kecewa karena harus mengosongkan gedung.

Ratusan warga yang hadir dengan nada kecewa keluar dari gedung sambil membawa makanan nasi bok yang sudah disiapkan pihak panitia.

Salah seorang keluarga, Rahman mengungkapkan bahwa ia tak mengetahui alasan acara respsesi pernikahan saudaranya dibubarkan oleh petugas. Dirinya kaget ketika petugas datang ke acara resepsi semua tamu harus membubarkan diri.

Rahman pun mengaku kecewa karena baru saja datang jauh-jauh bersama keluarga untuk menghadiri acara resepsi pernikahan saudaranya namun harus batal digelar, padahal keluarga sudah mempercayakan semuanya kepada pihak penyelenggara atau WO. 

Sementara itu, Ketua Satgas PPKM Kecamatan Bungursari, Ahmad Suparman menegaskan, petugas terpaksa harus membubarkan acara pernikahan setelah memeriksa penyelenggara atau WO tidak memiliki izin resmi dari pemerintah setempat.

Selain itu, lanjutnya, selama penerapan PPKM level 4 Satgas PPKM tidak mengeluarkan izin untuk resepsi pernikahan.

“Dalam surat edaran dari Kemenag tertuang petugas hanya mengeluarkan izin untuk akad nikah saja, dan itu pun hanya dihadiri 6 orang saja dan dilakukan di kantor KUA bukan di gedung,” jelasnya.

Kenyataannya pada acara kali ini, terang Ahmad, antara pihak penyelenggara dengan keluarga terjadi kesalahpahaman dan tamu yang hadir lebih dari 100 orang.

Atas peristiwa ini, pihak keluarga hanya bisa pasrah dan menerima atas dibubarkannya resepsi oleh aparat gabungan.

Sejumlah anggota yang siaga di lokasi terpaksa menutup pintu gerbang besi menuju gedung,  dan para tamu undangan yang baru datang terpaska dipulangkan. (ABK)

Baca Juga: Bupati Garut Sampaikan Kebutuhan Vaksin Mendesak ke Gubernur