Pemkab Garut Kerjasama dengan IKOPIN

Kerjasama Pemkab Garut dengan IKOPIN dilakukan guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di bidang perekonomian

Pemkab Garut Kerjasama dengan IKOPIN

KAB. GARUT, INILAHTASIK.COM | Pemerintah Kabupaten Garut melakukan kerjasama dengan IKOPIN (Institut Manajemen Koperasi Indonesia) yang ditandai dengan penandatanganan MoU oleh Bupati Garut, Rudy Gunawan bersama Rektor IKOPIN, Dr. (HC). Burhanuddin Abdullah, Ir., MA pada apel gabungan terbatas di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda), Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin 04 Oktober 2021.

Bupati Garut, Rudy Gunawan menyambut baik adanya kerjasama beserta kunjungan dari Rektor IKOPIN ke Kabupaten Garut yang telah memberikan sambutan terkait perekonomian di Indonesia.

“Beliau kita kenal sebagai Menteri Koordinator Keuangan dan juga Gubernur Bank Indonesia (BI) jadi tadi beliau sangat luar biasa menyampaikan kepada kita, dan intinya adalah di masa krisis kita tetap melaksanakan pelayanan yang baik terhadap masyarakat Kabupaten Garut meskipun APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) kita semakin hari semakin tertekan karena pendapatan dan rencana pengeluaran sangat tidak berimbang,” ujarnya.

Rudy berharap seluruh ASN (Aparatur Sipil Negara) bisa memperhatikan apa yang telah disampaikan oleh Rektor IKOPIN terkait pelayanan kepada masyarakat terutama di bidang perekonomian.

Sementara, Rektor IKOPIN, Dr. (HC). Burhanuddin Abdullah, Ir., MA dalam sambutannya menuturkan, Indonesia membutuhkan sebuah inovasi dalam sistem perekonomian Indonesia agar masyarakat bisa lebih sejahtera.

“Saya sampaikan bahwa kita harus membuat cerita baru tentang perekonomian Indonesia, karena apa? Karena cerita lama begini buktinya, kalau kita ingin merasakan sesuatu yang belum pernah kita rasakan yaitu kemakmuran bagi semua kesejahteraan yang adil, maka kita harus melakukan sesuatu yang belum pernah kita lakukan,” ucapnya.

Burhanuddin mengatakan, saat ini Indonesia sedang mengalami dua disrupsi yaitu disrupsi teknologi dan disrupsi pandemi yang berpengaruh besar terhadap perekonomian di Indonesia.

“Kita mengalami krisis pada 2008, krisis global keuangan tetapi suasana tidak berubah karena belum cukup dalam pada waktu itu dan kini kita mengalami dua disrupsi yang pertama disrupsi teknologi dan yang kedua disrupsi pandemi. Seluruh dunia merasakan akibat dari pandemi dan seluruh dunia merasakan akibat dari disrupsi teknologi,” katanya.

Meski begitu, ia menyampaikan bahwa salah satu disrupsi tersebut bisa memperbaiki disrupsi yang lain.

“Ada satu hikmah yang besar bahwa ternyata disrupsi teknologi membantu perbaikan dari disrupsi pandemi ini. Ini sesuatu kesempatan yang sangat besar bagi kita untuk menyusun cerita baru,” pungkasnya.