Ditinggal Pensiun, Pemkot Segera Lelang Jabatan Eselon II

Peluang promosi bagi pejabat Eselon III untuk naik ke Eselon II berjumlah 4 kursi

Ditinggal Pensiun, Pemkot Segera Lelang Jabatan Eselon II

KOTA TASIK, INILAHTASIK.COM | Dalam waktu dekat Pemkot Tasikmalaya bakal segera melakukan lelang jabatan, seiring beberapa Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) memasuki masa purna tugas. Sedikitnya hingga bulan Juni mendatang ada empat jabatan eselon II yang kosong akibat ditinggal pensiun.

Wali Kota H Muhammad Yusuf mengatakan, dalam waktu dekat kita akan laksanakan kembali open bidding kedua. Ada beberapa pejabat eselon II yang sudah menerima SK pensiun, diantaranya Kepala Dinas UMKM Perindag, Kepala Bappelitbangda, Asisten I dan II. Berarti ada 4 yang kosong. 

"Tadinya kita menggunakan sistem merit, tapi  tidak bisa, karena perlu adanya pengukuran kinerja yang jelas. Maka kita laksanakan open bidding dulu, karena sistem merit belum siap," ungkapnya usai menghadiri sidang paripurna DPRD, Selasa 10 Mei 2022.

Ia menambahkan, rencana bulan depan tahapan open bidding kita mulai, dan saat ini kita proses dulu. Karena ketika ada posisi yang ditinggal pensiun, otomatis berimbas pada posisi lainnya ketika ada yang promosi jabatan. Otomatis jabatan yang ditinggalkan harus diisi lagi.

Ditemui terpisah, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tasikmalaya Gungun Pahlagunara menuturkan, saat ini sejumlah pejabat eselon II yang bakal memasuki masa purna bhakti dan sudah menerima Surat Keputusan (SK) dari wali kota. 

Menurutnya, SK pensiun itu sudah diterima oleh yang  bersangkutan enam bulan sebelum purna bhakti. Setidaknya sampai bulan Juni mendatang ada 4 kursi pejabat Eselon II yang bakal dilelang. 

“Besok baru akan kami bahas bersama Pak Sekda, dan panitia seleksi berkenaan dengan hal ini,” ujarnya. 

Gungun menyebut, ada pun peluang promosi bagi pejabat Eselon III untuk naik ke Eselon II berjumlah 4 kursi. Meski pada akhirnya, dinas yang saat ini kosong, belum tentu yang dilelangkan. 

“Kaitan itu akan digeser atau langsung dilelangkan yang kosong, kita belum bisa memastikan karena harus melaporkan dulu ke pak wali untuk melakukan pertimbangan,” terang Gungun.