Disapu Angin Kencang, Puluhan Pohon di Kota Tasik Tumbang

Kejadian ini juga mengakibatkan kerusakan sejumlah rumah warga hingga failitas kantor pemerintahan.

Disapu Angin Kencang, Puluhan Pohon di Kota Tasik Tumbang

KOTA TASIK, INILAHTASIK.COM | Hujan es disertai angin kencang melanda Kota Tasikmalaya hingga mengakibatkan belasan rumah rusak ringan dan menumbangkan puluhan pohon besar di pinggir jalan raya.

Selain itu, atap aula milik kantor Kecamatan Cihideung ambrol akibat disapu angin kencang. Beruntung dalam kejadian tersebit tidak ada korban jiwa, namun aliran listrik padam dan jalan lalu lintas macet akibat pohon tumbang yang menutup bahu jalan,

Tak hanya itu, sebuah warung di jalan Ir. H. Djuanda tertimpa pohon. Untungnya pemilik warung bisa menyelematkan diri. Akibat peristiwa ini, ratusan pohon di 29 titik yang tersebar di 7 kecamatan tumbang dengan rata-rata menutup ruas jalan raya.

Menurut catatan, ada belasan rumah milik warga di 5 kecamatan mengalami rusak ringan akibat tertimpa pohon. Akses jalan raya menuju Pasar Cikurubuk dan Paseh Kecamatan Cihideung, Jl. SL. Tobing dan Ir. H. Djuanda Kecamatan mangkubumi terjebak macet akibat pohon tumbang menutup jalan.

 Petugas BPBD Kota Tasikmalaya dibantu anggota TNI dan warga mengevakuasi pohon tumbang dengan gergaji mesin dan golok. Banyaknya pohon tumbang akibat disapu angin membuat petugas BPBD kewalahan.

Dewi, salah satu pemilik Odong-odong yang tertimpa pohon mengatakan, hujan es dan angin kencang terjadi sekitar Pukul 14.30.

Warga yang berada di lokasi area lapangan Dadaha tak menyangka karena hujan sempat reda, namun tiba-tiba angin mirip puting beliung datang dan menyapu pohon besar jenis beringin tumbang dan menimpa Odong-odong yang biasa mangkal sekitar lapangan Dadaha.

"Angin cukup kencang dan muter, tapi pohon agak sedikit menahan, tiba-tiba pohon itu runtuh menimpa Odong-odong saya. Untuk kerugian belum bisa diperkirakan, tapi Allhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ucapnya.

Sementara itu, Camat Cihideung, H. Soni mengungkapkan bahwa angin kencang juga merusak atap aula kantornya sampai ambrol, padahal bangunan aula tersebut baru direnovasi beberapa bulan lalu dan kini kembali rusak. Akibatnya, aula kantor yang akan digunakan Musrenbang pada Kamis mendatang terpaksa harus batal.